by

Jadi Lumbung Benih Nasional, Bang Ipul: Targetnya Penuhi Konsumsi Nasional

SUKADANA – Produktivitas petani dan nelayan di Kabupaten Lampung Timur menjadi penyangga nasional. Potensi yang ada harus selaras peningkatan ekonomi masyarakat.

Di sektor pertanian untuk jagung hibrida saja, Lampung Timur merupakan lumbung di Provinsi Lampung. Dengan potensi luas tanam jagung 107 hektare mampu menhasilkan 623 ribu ton.

”Dari data sebelumnya yang saya terima, hasil panen tahun lalu, Lampung Timur surplus hingga 65 persen. Capaian ini hasil adopsi berbagai kemajuan teknologi pertanian,” terang Calon Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari, belum lama ini.

Potensi wilayah tersebut, sambung Zaiful mampu dikembangkan menjadi sentra perbenihan/lumbung benih jagung hibrida.

”Sekarang upaya itu harus terus dilakukan. Petani bisa memproduksi benih secara mandiri benih. Dengan hasil yang surplus, tentu orientasi juga ekspor sebagai penyumbang devisa,” jelas calon yang berpasangan dengan Sudibyo itu.

Kementerian Pertanian, sambung Bang Ipul—sapaan akrab Zaiful Bokhari, telah menyampaikan beberapa tujuan dalam pengembangan jagung hobrida.

Baca Juga  Azis Syamsuddin: Teruskan Semangat Pahlawan dengan Kerja Nyata

Tentu saja ini program itu sudah disiapkan. Bahkan Lampung Timur dinilai sanggup menyediakan benih jagung hibrida untuk konsumsi nasional.

”Dengan tantangan ini kami akan meminta Kementan membantunya petani, baik dukungan sarana prasarana pendukung korporasi serta pendampingan pembentukan kelembagaan korporasi petani,” terang  calon di nomor urut dua itu.

Sejauh ini, sambung dia, sektor pertanian khususnya pengembangan jagung hibdrida ini tidak lepas dari Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dalam penyediaan benih tetua oleh Balitsereal.

Ditambah dengan dukungan benih, pupuk, pestisida, pompa, alat pasca panen, pendampingan kelembagaan korporasi petani serta dukungan Dinas Provinsi/Kabupaten, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).

”Keberhasilan pembenihan jagung di wilayah kami, didukung oleh pendampingan dari lembaga atau Badan Litbang. Benih-benih yang dikembangkan telah memiliki lisensi, unggulan dan keterjaminan mutu produk teknologi secara nasional dan internasional,” ungkapnya.

Baca Juga  Disinggung soal Infrastruktur Bang Ipul : Biarkan Hasil Kerja yang Menjawabnya

Dan ini, lanjut Zaiful harus terus dikembangkan dan digerakkan oleh semua pihak stake holder. ”Sektor swasta bisa berperan dalam membantu petani. Kami membuka pintu, untuk konsep kemitraan maupun investasi,” jelasnya.

Terpisah Ketua Kelompoktani Tani Mekar Edi Sudadi, sebelumnya mengaku mengaku bersyukur bahwa di musim kemarau dan dengan segala keterbatasan sarana irigasi (pompa, sumur bor).

Namun demikian, petani masih bisa panen benih jagung di saat seperti ini.

”Banyak keuntungan yang didapat petani. Kami jadi bisa buat benih jagung hibrida sendiri, biaya jadi hemat, terus dari tanaman jagung jantan yang dicabut bisa dipakai untuk pakan ternak, dan yang penting kami tidak pusing lagi dengan pemasaran,” katanya.

Edi mengungkapkan hasil panen sudah pasti langsung dibeli mitra tanpa dipipil dan tidak perlu dikeringkan. Dengan demikian, dari segi harga lebih menguntungkan menjual berupa benih, bisa selisih sampai Rp6 juta/ha dibanding konsumsi.

Baca Juga  Pilih Kandidat yang Peduli, Segera Jauhi Penjual Janji

”Bayangkan, jika bisa ditingkatkan menjadi 5 ton kami bisa meraup keuntungan Rp10-12 jutaan. Kami optimistis dengan potensi yang ada dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” imbuhnya. (man/tap)

 

POTENSI  JAGUNG HIBRIDA:

• BASIS KORPORASI:
Lampung Timur terpilih sebagai pengembangan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani.

• LUMBUNG BENIH:
Dengan ketersediaan lahan, seiring dengan itu Lampung Timur mampu dijadikan dijadikan Sentra/Lumbung Benih.

• KETERSEDIAAN
LAHAN:

Lampung Timur salah satu penyangga jagung hibrida di Provinsi Lampung dengan potensi luas tanam jagung tahun 2019 mencapai 107 hektare dari target 101 hektare dengan panen 623 ribu ton.

• ANGKA PRODUKSI:
Jagung surplus hingga 65 persen. Capaian tersebut hasil adopsi berbagai kemajuan teknologi pertanian.

• LOKASI PEMBENIHAN:
Desa Tulung Balak. Desa ini terpilih mendapatkan alokasi kegiatan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani nasional.

Sumber: Diolah

 

Baca Juga