Ivan Gunawan Raih Rekor MURI Lewat Pameran Nusanova 2.0
Desainer Ivan Gunawan meraih penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) setelah menyelenggarakan pameran mode bertajuk Nusanova 2.0: Sekar Jagat. Acara peragaan busana berbasis batik Madura tersebut diselenggarakan di SCBD, Jakarta Selatan, pada Kamis (13/8/2026), dilansir dari Detik Hot.
Eksibisi busana gratis yang berlangsung selama tujuh hari tersebut berhasil menarik antusiasme publik secara masif. Kehadiran masyarakat didominasi oleh kalangan pelajar serta mahasiswa yang ingin mendalami industri mode.
"Alhamdulillah kemarin saya bikin pameran selama 7 hari. Pamerannya presentasi dari Nusanova 2.0 Sekar Jagat. Yang alhamdulillah ada 2.600 pengunjung yang hadir selama 7 hari. Terus pameran tersebut kemarin gratis, siapapun boleh masuk," kata Ivan Gunawan usai fashion show di The Langham, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2026).
Tingginya minat dari sektor pendidikan mode menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan edukatif tersebut.
"Masyaallah-nya yang banyak hadir adalah anak-anak SMK, anak-anak kuliahan, khususnya mereka yang ada di jurusan fashion," ujar Host Brownis Trans TV itu.
Inisiatif ini dihadirkan guna mengisi ruang literasi mode di Indonesia yang dinilai masih cukup terbatas.
"Jadi saya senang banget kemarin bisa memberikan edukasi yang ringan buat teman-teman pecinta fashion supaya ke depannya mereka punya banyak literasi. Karena kalau aku, setahu aku di Indonesia jarang banget ada museum fashion atau pengetahuan fashion. Jadi ya itu yang aku lakukan," tuturnya.
Penerimaan piala penghargaan dari MURI tersebut diakui Ivan datang tanpa perencanaan pribadi karena didaftarkan oleh rekannya.
"Ternyata salah satu dari sahabat aku, mereka mendaftarkan bahwa saya untuk bisa layak untuk mendapatkan rekor MURI. Jadi surprise banget pas dikasih, nggak nyangka karena saya gak merasa ngedaftarin dan gak merasa ngelakuin itu. Jadi pas dapat ya surprise," kata Ivan.
Proses panjang harus dilewati sang perancang dalam menyiapkan deretan busana sebelum akhirnya ditampilkan ke publik.
"Ya kan karena mempersiapkan pagelaran itu kan nggak mudah ya. Aku harus ketemu sama pengrajin, aku harus nyuci kain, harus disetrika, mikirin konsepnya sampai akhirnya koleksi itu jadi," ungkapnya.
Rangkaian peragaan busana yang memamerkan puluhan karya pilihan tersebut berhasil diselenggarakan secara aman dan tertib.
"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, sampai hari ini juga semuanya sangat kondusif. Jadi fashion show hari ini adalah puncaknya dari koleksi Nusanova," imbuh Ivan.
Koleksi eksklusif ini mengusung kain tradisional khas Jawa Timur sebagai material utama yang diproduksi secara terbatas.
"Jadi primadona dari koleksi ini… batik Madura. Jadi aku angkat, kebetulan pengrajinnya dari Madura. Jadi motif ini spesial semuanya saya buat dari batik," jelasnya.
Pekerja seni diserukan untuk terus konsisten menelurkan inovasi sembari memikirkan aspek finansial keberlanjutan bisnis.
"Ya buat saya sebagai seorang pekerja seni, sebagai seorang desainer kan kita harus selalu mengeluarkan karya ya. Jadi saya berusaha mengeluarkan karya yang tidak berkesudahan," katanya.
Pengembangan aspek komersial tetap menjadi prioritas agar roda operasional perusahaan dapat terus bertumbuh.
"Ya balik lagi, kalau di usaha kan tetap harus menjalankan usaha, harus selalu ada income. Jadi harus memikirkan sesuatu yang bisa membuat omzet perusahaannya jadi bertambah. Jadi harus selalu berkarya," lanjut Ivan.
Pagelaran seni ini sekaligus disajikan sebagai persembahan khusus dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
"Ya bentuk kecintaan saya. Saya membuat pagelaran yang tidak murah, saya kasih gratis buat masyarakat Indonesia dan alhamdulillah masyarakat Indonesia bisa menerimanya dengan baik. Jadi ya ini salah satu bentuk rasa syukur yang saya representasikan untuk Indonesia," tegas Ivan.