Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata Bersyarat Melalui Mediasi Amerika Serikat
Pemerintah Israel dan Lebanon secara resmi menyepakati pemberlakuan gencatan senjata melalui mediasi Amerika Serikat pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 07.10 waktu setempat. Langkah perdamaian ini dapat berjalan dengan syarat kelompok Hizbullah bersedia menghentikan seluruh bentuk aksi permusuhan.
Kesepakatan damai kedua negara tersebut sepenuhnya bergantung pada penghentian total baku tembak dari milisi Hizbullah yang didukung oleh Iran, dilansir dari Bloombergtechnoz. Kelompok tersebut juga diwajibkan memindahkan seluruh anggotanya dari wilayah Lebanon bagian selatan di sepanjang area Sungai Litani yang berbatasan dengan Israel.
Pihak mediator melampirkan komitmen resmi dari kedua belah pihak dalam sebuah dokumen pernyataan bersama demi mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.
"Israel dan Lebanon menegaskan kembali bahwa mereka tidak memiliki niat bermusuhan satu sama lain. Kedua negara berkomitmen untuk melanjutkan negosiasi langsung demi membangun kepercayaan, menyelesaikan semua masalah yang masih tertunda, serta mengupayakan tercapainya perjanjian yang komprehensif antara kedua negara," tulis pernyataan bersama tersebut.
Sebelum pengumuman resmi ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah menjalin komunikasi langsung dengan perwakilan tingkat tinggi dari Hizbullah. Ia menyebut milisi tersebut sepakat untuk menghentikan saling tembak.
Di sisi lain, Iran mengajukan tuntutan agar Israel menghentikan seluruh serangan udara ke basis Hizbullah di Lebanon. Tuntutan ini menjadi bagian syarat perjanjian dengan Amerika Serikat demi mengakhiri perang regional yang telah melumpuhkan jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Momentum kesepakatan muncul setelah ketegangan via telepon antara Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Trump sempat menggunakan kata makian demi meredam pertempuran di Lebanon sekaligus menjaga jalur perundingan damai Amerika Serikat dengan Iran.
"Saya sedikit jengkel dengan sikapnya [Netanyahu] yang terus-menerus menggempur Lebanon," ungkap Trump dalam sebuah wawancara di podcast Pod Force One yang disiarkan pada hari Rabu kemarin. "Pada satu titik, saya berkata kepadanya: 'Bibi, kita harus menghentikan semua ini.'"