Israel Kecam Pernyataan Mendagri Turki Terkait Penguasaan Yerusalem
Hubungan diplomatik antara Turki dan Israel kembali memanas setelah Menteri Dalam Negeri Turki Mustafa Ciftci menyatakan bahwa negaranya suatu hari nanti akan merebut kendali atas Yerusalem. Pernyataan tersebut memicu kemarahan besar dari pihak pejabat pemerintah Israel.
Pernyataan yang memancing ketegangan ini disampaikan oleh Ciftci pada Sabtu (6/6) waktu setempat dalam sebuah konferensi pers Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Provinsi Corum, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan Middle East Monitor pada Selasa (9/6/2026).
Mendagri Turki tersebut mengungkapkan keyakinannya mengenai masa depan wilayah Yerusalem di hadapan para anggota partai yang berkuasa di Turki.
"Sama seperti kita menyaksikan pembebasan Damaskus dan Aleppo, kita, insya Allah, akan menyaksikan pembebasan Yerusalem suatu hari nanti," cetus Mendagri Turki, Mustafa Ciftci.
Ciftci kemudian menegaskan kembali keyakinan personalnya yang mendalam mengenai kembalinya wilayah-wilayah historis tersebut ke bawah kendali pihak mereka.
"Saya masih meyakini hari ini bahwa Tuhan akan menunjukkan kepada kita hari-hari itu. Dia pasti akan menunjukkannya kepada kita. Saya telah mempercayai hal ini dari lubuk hati saya, dan saya masih mempercayainya. Sama seperti di masa lalu, tempat-tempat ini akan kembali kepada kita sekali lagi," ucap Mustafa Ciftci.
Dalam kesempatan yang sama, Ciftci turut memberikan pujian tinggi kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang dinilainya sebagai figur pemimpin yang kuat di tingkat global.
"Tempat-tempat itu, insya Allah, akan kembali di bawah kekuasaan dan otoritas kita, karena kita memiliki pemimpin global seperti Recep Tayyip Erdogan di pucuk pimpinan kita. Kita memiliki pemimpin berkaliber global," kata Mustafa Ciftci.
Pemerintah Israel tidak tinggal diam dan langsung melayangkan respons keras melalui Menteri Pertahanan Israel Israel Katz yang menolak mentah-mentah klaim dari pihak Turki.
"Saya mengatakan kepada Menteri Dalam Negeri Turki, yang mengancam dan bermimpi untuk menguasai Yerusalem: Yerusalem bukanlah Konstantinopel, dan Israel bukanlah Kekaisaran Salib yang sedang runtuh. Israel merupakan negara yang kuat dan teguh yang telah membuktikan kemampuannya untuk membela diri terhadap ancaman apa pun," kata Israel Katz, Menteri Pertahanan Israel.
Katz juga menambahkan penegasan mengenai status historis dan masa depan Yerusalem yang diklaim akan tetap berada di bawah kedaulatan mutlak Israel.
"Yerusalem telah menjadi ibu kota bangsa Yahudi selama 3.000 tahun dan akan tetap menjadi ibu kota Israel selamanya, sementara Kekaisaran Ottoman yang Anda dan Erdogan impikan telah runtuh dan tidak akan pernah kembali," tegas Israel Katz.
Sebagai penutup tanggapannya, Menhan Israel menyayangkan arah politik kabinet Turki saat ini yang dinilai melenceng dari visi sekularisme modern pendiri negara Turki.
"Sangat disayangkan bahwa Anda tidak belajar apa pun dari warisan Mustafa Kemal Ataturk, yang berupaya menjadikan Turki sebagai negara modern. Sebaliknya, Anda berusaha membawa Turki kembali to era kegelapan dan kemunduran," ucap Israel Katz.