Israel Buka Opsi Ganti Rugi Kematian Relawan Kemanusiaan Zomi Frankcom

Share

Pemerintah Israel membuka peluang untuk membahas kompensasi serta aspek hukum terkait tewasnya relawan kemanusiaan asal Australia, Zomi Frankcom, dalam serangan udara di Gaza pada April 2024. Sikap tersebut disampaikan oleh Duta Besar Israel untuk Australia Hillel Newman pada Jumat demi meredakan ketegangan diplomatik dengan Canberra.

Langkah ini diambil setelah pemerintah Australia menyampaikan kemarahan atas keputusan Oditur Militer Israel yang menolak mengajukan tuntutan pidana terhadap prajurit yang terlibat. Selain pembahasan ganti rugi, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Australia Mark Binskin berpeluang kembali ke Israel untuk meninjau ulang investigasi penyerangan konvoi World Central Kitchen (WCK) tersebut.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan Perdana Menteri Anthony Albanese mengecam keras penutupan kasus pidana tersebut. Wong telah menyampaikan penolakan Canberra secara langsung kepada Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar melalui sambungan telepon.

Duta Besar Hillel Newman menyatakan bahwa negaranya siap membuka ruang dialog hukum dengan pihak Australia mengenai insiden kematian pekerja bantuan WCK itu.

"Israel terbuka untuk diskusi mengenai aspek hukum," kata Newman kepada ABC radio.

Ia menambahkan bahwa skema pembayaran kompensasi kepada keluarga korban dapat diperiksa lebih lanjut jika diajukan secara resmi.

"Kami dapat berbagi informasi dengan tim hukum Australia, dan aspek ganti rugi pasti dapat diperiksa," ujar Newman.

Newman juga mengungkapkan rencana pengerjaan peninjauan ulang yang melibatkan pihak Australia untuk mengakses kembali para pengambil keputusan militer saat insiden terjadi.

"Kami berbicara tentang kemungkinan Binskin sendiri datang lagi dan mendapatkan akses kembali ke orang-orang yang membuat keputusan," tutur Newman.

Pemerintah Israel menegaskan ada berbagai opsi yang dapat dilakukan untuk mejelaskan latar belakang penetapan keputusan militer tersebut.

"Ada berbagai macam ide tentang bagaimana membagikan latar belakang keputusan yang telah dibuat," kata Newman.

Investigasi internal militer Israel sebelumnya menyimpulkan adanya kegagalan prosedur yang serius dalam mengidentifikasi milisi Hamas. Namun, militer menetapkan bahwa keputusan para komandan di lapangan tidak menimbulkan kecurigaan maksum atas pelanggaran tindak pidana.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mendesak agar pemerintah Israel memberikan transparansi yang lebih jelas atas insiden tragis yang menewaskan warganya.

"Perlu ada penjelasan yang jauh lebih transparan dan jelas dari pemerintah Israel selain dari apa yang telah kami terima," kata Albanese kepada 7.30 ABC.

Pihak keluarga Frankcom turut mendesak Canberra untuk mengambil langkah hukum internasional guna memastikan adanya penyelidikan independen. Sementara itu, investigasi Binskin sebelumnya menemukan bahwa serangan drone tersebut melanggar prosedur standar operasi dan aturan keterlibatan militer Israel, meskipun tidak dilakukan secara sengaja terhadap konvoi bantuan.

Menteri Luar Negeri Penny Wong menekankan masih banyak pertanyaan kunci yang belum terjawab dari pihak militer Israel.

"Ini termasuk mengapa, meskipun serangan pertama merupakan kesalahan fatal, dua serangan berikutnya tetap menyusul dengan jeda masing-masing dua menit," ujar Wong.

Pemerintah Australia menyatakan akan mengumumkan langkah resmi berikutnya dalam beberapa hari mendatang setelah melakukan konsultasi lanjutan dengan keluarga Zomi Frankcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: australia Israel Zomi Frankcom
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author