Israel Ancam Bertindak Sendiri Hadapi Nuklir Iran
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengisyaratkan bahwa Tel Aviv kemungkinan akan mengambil tindakan sepihak terhadap Teheran karena menilai Amerika Serikat (AS) sangat naif jika memercayai Iran bakal menghentikan program nuklirnya pada Rabu (24/6/2026). Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan baru antara Washington dan Tel Aviv terkait serangan Israel di Lebanon yang menargetkan Hizbullah, dilansir dari Detikcom melalui laporan Anadolu Agency. "Amerika sangat naif jika mereka berpikir Iran akan meninggalkan program nuklirnya dan membatalkannya, dan melepaskan impian mereka untuk menghancurkan Israel," kata Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir.
Ben-Gvir menegaskan posisi negaranya yang tidak akan tunduk pada arahan dari pihak sekutu mana pun dalam menghadapi potensi ancaman tersebut.
"Menjadi tanggung jawab Israel untuk menghadapi ancaman Iran ini dan bertindak sendiri melawannya," tegas Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sikap mandiri Israel ini bersifat mutlak dalam menentukan kebijakan pertahanan negara.
"Tidak ada keadaan" yang dapat memaksa Israel untuk bekerja "sesuai dengan perintah seorang teman, bahkan jika teman itu benar-benar hebat" kata Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. AS dan Israel menuduh Iran memiliki program rudal dan nuklir yang mengancam kawasan, namun Teheran bersikeras program tersebut bertujuan damai tanpa maksud mengembangkan senjata nuklir.
Ketegangan ini terjadi setelah perang skala besar yang melibatkan AS, Israel, dan Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu aksi saling balas sebelum akhirnya terhenti lewat gencatan senjata mediasi Pakistan pada 8 April. Hubungan bilateral sempat diwarnai ketegangan sebelum akhirnya Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik pada 17 Juni demi mewujudkan perdamaian abadi.