ISI Yogyakarta membuka program Pre-University Saraswati untuk calon mahasiswa

Share

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta membuka peluang menjajal kuliah seni melalui program Pre-University Saraswati. Program ini dirancang sebagai persiapan pendidikan tinggi seni bersama dosen ISI Yogyakarta. Pre-University Saraswati dapat diikuti siswa SMA, SMK, MA atau sederajat; lulusan sekolah menengah dan pelajar gap year; calon mahasiswa; maupun mahasiswa aktif.

Peserta akan didorong untuk mengenali potensi, meningkatkan keterampilan dasar seni, serta merasakan suasana akademik sebelum menempuh pendidikan tinggi. Program ini juga berfungsi sebagai ruang transisi dari pengalaman belajar di sekolah menuju ekosistem perguruan tinggi seni. Melalui rangkaian kegiatan, peserta dapat mengeksplorasi minat, menguji kemampuan, membangun portofolio, dan memahami proses akademik di kampus seni, khususnya di ISI Yogyakarta.

Dari pengalaman tersebut, peserta dapat menentukan arah perjalanan pendidikan serta profesi di bidang seni. Materi dan pembelajaran disusun agar peserta memperoleh gambaran praktik maupun proses penyusunan portofolio sebelum menjadi mahasiswa aktif.

Pre-University Saraswati dilaksanakan secara online (daring) menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh ISI Yogyakarta. Akses ke materi, tugas, diskusi, evaluasi, serta layanan akademik disediakan melalui Learning Management System (LMS). Kurikulum pre-university mencakup dasar-dasar seni, desain, teknologi digital, komunikasi, penyusunan portofolio, hingga metodologi penciptaan karya. Jika peserta memenuhi capaian dan persyaratan kelulusan, kampus memberikan sertifikat resmi.

Hasil pembelajaran juga dapat diakui secara akademis dalam kelas atau mata kuliah yang relevan. Pengakuan tersebut berlaku bila peserta kemudian menjadi mahasiswa aktif ISI Yogyakarta sesuai ketentuan akademik yang berlaku.

Pilar pembelajaran: Art Literacy, Studio Practice, dan Portfolio Building

Pre-University ISI Yogyakarta menempatkan tiga pilar utama, yaitu Art Literacy, Studio Practice, dan Portfolio Building. Ketiganya mengusung filosofi "From Sensing to Making" yang menuntun peserta dari tahap merasakan dan mengamati hingga menghasilkan karya. Art Literacy berfokus pada wawasan dasar sejarah seni, estetika, teori visual, pertunjukan, media, serta konteks sosial budaya seni Indonesia.

Sementara itu, Studio Practice menekankan pengalaman penciptaan karya melalui modul interaktif dan pembelajaran berbasis praktik. Pada Portfolio Building, peserta menyusun portofolio yang lebih terarah. Kegiatan ini meliputi dokumentasi visual, artist statement, dan curatorial statement agar peserta memahami cara menyajikan proses kreatif secara sistematis.

Di kelas yang diikuti peserta, tersedia pengenalan berbagai bidang seni yang dikembangkan di Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta. Dengan begitu, peserta memperoleh gambaran lebih luas tentang ranah studi yang dapat ditempuh.

Ragam kelas yang sedang dibuka dan status program versi Beta

Program pre-university diharapkan mendorong penguatan seni tradisi, pemikiran kritis, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses penciptaan seni. Pihak kampus juga menyebutkan beberapa kelas yang sedang dibuka.

  • Kritik Foto
  • AI Visual Assets for Animation
  • Wayang Cinema
  • Woodcraft 4.0: Kreasi Kriya Kayu Digital
  • Fundamental of Animation.

Pihak kampus menggarisbawahi bahwa Pre-University Saraswati saat ini masih dalam versi Beta dan tahap pengembangan. Pada fase ini, kampus menguji sistem pembelajaran, menyempurnakan fitur layanan, serta mengembangkan materi dan pilihan kelas.

Kampus juga memperoleh masukan dari pengguna sebelum program diterapkan lebih luas. Ke depannya, tampilan, mekanisme layanan, materi, serta kelas yang tersedia akan disesuaikan dengan hasil evaluasi dan kebutuhan pengembangan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author