Is Pusakata Ungkap Alasan Enggan Rilis Lagu Berbahasa Inggris
Musisi Is Pusakata mengungkapkan keengganannya memaksakan diri menulis lagu dalam bahasa asing karena tidak memiliki kedekatan emosional dengan bahasa tersebut, Kamis (4/6/2026).
Sikap seniman yang pernah membesarkan nama Payung Teduh ini didasarkan pada prinsip kejujuran dalam berkarya, seperti dilansir dari Detikcom.
Mantan vokalis tersebut memilih untuk mengeksplorasi kekayaan Bahasa Indonesia dan Melayu daripada mengikuti arus tren pasar global karena menganggap identitas musik domestik sangat unik.
"Kenapa terutama gue juga pribadi, kenapa belum bisa bikin lagu Bahasa Inggris? Karena gue gak dekat dengan itu gitu lho. Jadi gue gak mau pretensius sebagai sebuah pengkarya," ungkap Is Pusakata.
Kehidupan sehari-hari manusia yang penuh dengan kejutan diakui menjadi inspirasi terbesar bagi dirinya dalam menulis karya musik baru.
Menurutnya, skenario terbaik di dunia adalah realitas kehidupan itu sendiri yang tidak bisa ditandingi oleh media lain.
"Gak ada film apa pun yang bisa menggambarkan betapa banyaknya plot twist dalam alur kehidupan manusia," tambah Is Pusakata.
Terkait referensi musik, ia lebih berkiblat pada musisi legendaris era 50-an hingga 80-an seperti P. Ramlee, Bing Slamet, dan Waldjinah ketimbang musisi Barat.
Zaman tersebut dinilainya sebagai masa kejayaan lirik musik tanah air karena kekuatan cara bertutur para musisi terdahulu dalam menyampaikan pesan.
"Mereka bertutur, lekat gitu. Dekat, lekat, bertutur, dan apa adanya. Jadi gak dibikin-bikin. Emang tulus aja," pungkas Is Pusakata.