IRGC dan proksi Iran disinyalir menyiapkan serangan ke Arab Saudi

Share

Informasi intelijen mengindikasikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan kelompok proksi yang didukung Teheran sedang bersiap melancarkan serangan terhadap Arab Saudi, dengan potensi dilakukan secara serentak. Dilansir dari Detikcom, seperti disampaikan seorang sumber senior Saudi kepada Al Arabiya English, Jumat (7/8/2026), sumber itu mengatakan koordinasi melibatkan kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman, milisi-milisi Irak yang didukung Iran, serta IRGC. Al Arabiya English mengutip sumber tersebut yang menilai laporan intelijen kredibel menunjukkan adanya kerja sama dalam persiapan serangan-serangan terhadap Saudi.

"Sejumlah laporan intelijen yang kredibel" menunjukkan adanya koordinasi antara kelompok Houthi, milisi Irak yang didukung Iran, dan IRGC dalam mempersiapkan serangan-serangan terhadap Saudi.

Sumber senior Saudi itu menyebut situasi makin mengkhawatirkan karena Saudi terus mendorong deeskalasi dan solusi damai untuk konflik Timur Tengah, sementara negosiasi dilaporkan bergerak ke arah positif. Saudi, ujar sumber tersebut, tidak akan ragu mengambil segala langkah yang diperlukan untuk merespons setiap bentuk agresi.

"tidak akan ragu untuk mengambil segala langkah yang diperlukan guna merespons setiap bentuk agresi." ujar sumber senior Saudi. Informasi ini muncul setelah sumber-sumber Irak menyatakan mereka memiliki informasi yang mengindikasikan niat faksi-faksi bersenjata untuk melancarkan serangan drone terhadap negara-negara tetangga dalam waktu 48 jam.

Sumber senior Saudi itu mengatakan kemungkinan serangan dapat menargetkan fasilitas sipil dan energi, termasuk infrastruktur vital, bandara-bandara, dan pelabuhan. Ia menambahkan sebagian informasi intelijen mencakup pemantauan pemindahan posisi rudal dan drone sebagai persiapan kemungkinan serangan serentak. Sementara itu, saat membahas kerja sama Saudi dan Amerika Serikat (AS), sumber tersebut mengatakan koordinasi tetap "sangat kuat" di semua tingkatan, termasuk antara militer kedua negara.

"sangat kuat" di semua tingkatan, termasuk antara militer kedua negara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author