Iran Tutup Selat Hormuz hingga Amerika Serikat Penuhi Tuntutan
Garda Revolusi Islam Iran menegaskan penutupan jalur energi vital Selat Hormuz akan terus berlanjut hingga Amerika Serikat memenuhi daftar tuntutan Teheran, termasuk pembayaran kompensasi atas kerusakan perang, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Blokade yang mengacaukan pasar dan menaikkan harga energi global tersebut memicu penegasan syarat resmi dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Sabtu (8/8). Penetapan tersebut mencakup penghentian perang di seluruh lini, pencabutan blokade pelabuhan, penghapusan sanksi, pencairan aset yang dibekukan, hingga kompensasi kerusakan perang.
Tuntutan tersebut turut memperkuat poin kesepakatan pada Juni lalu yang mencantumkan pembentukan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar untuk Iran. Strategi pemblokiran ini dikonfirmasi langsung oleh militer Iran dalam pernyataan resminya.
"sampai musuh menerima semua syarat kami… selat tersebut sekarang benar-benar menjadi medan perang bagi kami dan bukan hanya jalur perairan", kata Garda Revolusi Iran.
Sikap keras Teheran diimbangi oleh tanggapan santai dari pihak Washington. Dalam sebuah wawancara media Axios pada Minggu (9/8), Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pandangannya terkait eskalasi di kawasan tersebut.
"Kita bersikap tenang," kata Trump.
Trump menilai posisi tawar Washington masih sangat kuat di tengah tekanan ekonomi yang dialami pihak lawan.
"Kita hanya setengah bernegosiasi dengan mereka," katanya.
Ia juga menyoroti kondisi domestik Teheran yang dinilai makin terdesak oleh krisis finansial.
"Kita hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak memiliki uang," cetusnya.
Trump meyakini pendekatan yang diambil pihak Gedung Putih akan membuahkan hasil positif dalam jangka panjang.
"Ini akan berhasil," tambahnya.
Ia menggambarkan dinamika negosiasi tersebut layaknya sebuah strategi jangka panjang.
"Ini seperti permainan catur," imbuhnya.
Di samping ketegangan dengan AS, Iran secara terpisah menggelar negosiasi bersama Oman guna merumuskan kerangka hukum dan navigasi sementara di Selat Hormuz. Meski demikian, pejabat Iran menegaskan bahwa pembicaraan dengan pihak Oman tidak otomatis membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut secara penuh.