Iran Tolak Peluang Pertemuan Abbas Araghchi dengan Donald Trump
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menolak kemungkinan pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei pada Jumat (5/6/2026). Penolakan tersebut merespons pernyataan Trump yang membuka peluang dialog demi kesepakatan kedua negara.
Sikap diplomatik Iran tersebut disampaikan langsung oleh Araghchi dalam sebuah wawancara dengan media Lebanon, seperti dilansir dari Detikcom. Penolakan ini muncul setelah ketegangan regional meningkat akibat serangan yang menewaskan Ali Khamenei dan memicu aksi balasan dari Iran.
Pernyataan awal mengenai keinginan berdialog disampaikan oleh Trump saat diwawancarai oleh media New York Post mengenai peluang pertemuan dengan pemimpin Iran.
"Ya, saya ingin bertemu dengannya," kata Trump.
Trump menambahkan bahwa pembicaraan lebih lanjut akan bergantung pada perkembangan situasi ke depan.
"kita mungkin akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan" lanjut Trump.
Respons cepat kemudian diberikan oleh diplomat utama Iran yang menganggap wacana dari pihak Amerika Serikat tersebut sebagai hal yang tidak realistis untuk saat ini.
"Saya melihat sebuah laporan yang tampaknya mengatakan bahwa dia (Trump) telah menyatakan bahwa dia siap untuk bertemu atau bahwa dia ingin mengadakan pertemuan," kata Araghchi.
Araghchi menilai situasi politik saat ini membutuhkan sudut pandang yang lebih nyata ketimbang spekulasi pertemuan antar-pemimpin.
"Saya pikir kita harus realistis dan berpikir serta hidup di dunia nyata," kata Araghchi.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga sempat menyampaikan sikapnya kepada wartawan setelah laporan dari Anadolu Agency pada Jumat (5/6) dirilis. Trump menyatakan dirinya tidak berniat mencari panggung pertemuan, namun bersedia jika hal itu terjadi demi sebuah kesepakatan.
"Saya tidak ingin bertemu, tetapi jika saya bertemu, saya akan merasa terhormat untuk bertemu dengannya," kata Trump.
Kepala negara AS tersebut menegaskan kembali bahwa realisasi pertemuan hanya akan terjadi apabila komitmen perjanjian kedua belah pihak sudah tercapai.
"Saya ingin melihat apakah kita mencapai kesepakatan, tetapi jika kita telah mencapai kesepakatan, ada kemungkinan saya akan bertemu dengannya," kata Trump.