Iran Siapkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Share

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pesan belasungkawa resmi kepada Presiden Prabowo Subianto atas bencana gempa bumi magnitudo 7 yang melanda Nusa Tenggara Timur. Pemerintah Teheran menyatakan kesiapan penuh untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan serta pertolongan medis bagi para korban terdampak. Dukungan tersebut disampaikan Pezeshkian melalui pesan khusus pada Minggu (16/8/2026), menyusul guncangan gempa yang melanda wilayah NTT sejak Sabtu (15/8/2026).

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, kabar duka dan tawaran bantuan ini dikonfirmasi melalui laporan kantor berita IRNA pada Selasa (18/8/2026). Pemimpin Iran tersebut menegaskan rasa simpati mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya keluarga yang kehilangan kerabat maupun tempat tinggal akibat bencana alam ini.

"Saya menyampaikan belasungkawa dan simpati yang tulus kepada Yang Mulia, pemerintah, dan rakyat Indonesia yang bersahabat, khususnya keluarga yang berduka dan terdampak," kata Pezeshkian.

Selain menyatakan belasungkawa, Pezeshkian menegaskan komitmen negaranya untuk terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan guna mempercepat pemulihan kondisi di daerah terdampak. "Dalam keadaan sulit ini, sambil mengumumkan kesediaan kami untuk memberikan bantuan dan pertolongan medis apa pun, saya memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar memberikan rahmat dan pengampunan kepada para korban, kesembuhan yang cepat bagi yang terluka, serta kesabaran dan ketabahan bagi para penyintas," tambahnya.

Dampak kerusakan dan jatuhnya korban jiwa akibat gempa magnitudo 7 tersebut teridentifikasi menyebar di beberapa wilayah, mulai dari Kabupaten Manggarai Timur hingga Kabupaten Ngada, yang mengakibatkan ribuan penduduk terpaksa mengungsi. Berdasarkan pembaruan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (17/8/2026), jumlah korban meninggal dunia telah mencapai puluhan orang disertai ratusan warga yang mengalami luka-luka.

"68 jiwa yang meninggal," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Pihak BNPB memastikan proses pendataan dan penyisiran di lapangan masih terus berjalan seiring dengan upaya penanganan darurat di lokasi bencana. "Kami tetap memantau jumlah korban ini dan terus akan kami laporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan," tambahnya.

Proses evakuasi dan perawatan medis masih terus difokuskan bagi warga terdampak, di mana tim penanggulangan bencana mencatat sedikitnya 213 orang mengalami luka-luka akibat guncangan gempa tersebut.

"Jumlah luka-luka saat ini ditemukan 213 jiwa," ucapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author