Iran Serang Dua Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz

Share

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) di Selat Hormuz, di tengah gempuran berturut-turut yang diluncurkan militer Amerika Serikat terhadap Iran, seperti dilansir dari Detikcom. Aksi penyerangan tersebut menggunakan rudal jelajah di perairan Oman pada malam hari dan mengakibatkan satu orang kru kapal berkewarganegaraan India tewas serta delapan orang lainnya terluka. Pemerintah UEA mengutuk keras insiden yang merusak kapal tanker Mombasa dan Al Bahiyah tersebut serta menegaskan komitmen mereka untuk merespons pelanggaran hukum internasional ini.

Pihak UEA menyebut serangan itu sebagai tindakan yang "terang-terangan" seraya mengatakan seorang awak kapal berkewarganegaraan India tewas dan delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Di sisi lain, militer Iran mengonfirmasi operasi militer tersebut dan berdalih bahwa kapal-kapal tersebut telah melanggar prosedur keselamatan pelayaran di wilayah konflik. Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan kedua kapal tanker itu mengabaikan peringatan, mematikan sistem navigasi, dan berupaya melintasi jalur yang telah dipasangi ranjau.

Sementara itu, ketegangan kian meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan langkah pembatasan wilayah perairan yang ketat terhadap Iran. Trump mengatakan langkah tersebut akan mencegah "kapal-kapal Iran maupun pelanggan Iran" masuk atau keluar melalui jalur pelayaran minyak yang strategis itu.

Kebijakan pengetatan maritim ini dijadwalkan mulai berlaku pada hari Selasa pukul 16.00 waktu Timur AS melalui komando militer CENTCOM. Namun, menurutnya, "semua negara lain akan tetap memiliki akses yang adil dan terbuka ke Selat Hormuz". Sebagai dampak langsung dari peningkatan eskalasi militer di jalur pelayaran strategis tersebut, harga minyak mentah Brent di pasar global langsung melonjak naik sebesar 1,9 persen menjadi US$84,87 per barel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author