Iran Serang Kapal Tanker UEA di Selat Hormuz

Share

Militer Iran menyerang kapal tanker minyak ADNOC SR01 milik Uni Emirat Arab saat melintas di Selat Hormuz pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Penyerangan tersebut memicu kecaman luas dari UEA dan Arab Saudi atas ancaman terhadap stabilitas pelayaran serta pasokan energi global. Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi mengonfirmasi bahwa armada kapal tankernya ditembak oleh pasukan militer Iran pada subuh.

Insiden tersebut menjadi serangan ke-16 yang dialami armada ADNOC di Selat Hormuz sejak pecahnya konflik militer pada 28 Februari 2026. "Insiden itu tidak mengakibatkan (awak kapal) cedera dan situasi telah berhasil dikendalikan," kata ADNOC dalam sebuah pernyataan tertulis yang dilansir kantor berita WAM.

Pemerintah UEA mengutuk keras aksi penembakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata atas Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 tentang kebebasan navigasi internasional.

"Kementerian menegaskan bahwa penargetan pelayaran komersial serta penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan atau pemerasan ekonomi merupakan tindakan pembajakan oleh Garda Revolusi Iran dan menimbulkan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan beserta penduduknya, serta terhadap keamanan energi global," kata Kementerian Luar Negeri UEA. Kementerian Luar Negeri UEA menuntut penghentian seluruh tindakan agresif serta pemulihan jalur pelayaran secara penuh di kawasan perairan strategis tersebut.

"Iran harus menghentikan serangan-serangan agresif ini dan membuka kembali Selat Hormuz sepenuhnya dan tanpa syarat," ujar Kementerian Luar Negeri UEA. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi turut melontarkan penolakan keras dan menilai penembakan armada komersial ini merusak keamanan maritim kawasan.

"Kerajaan menganggap Iran bertanggung jawab atas konsekuensi dari agresi yang terus dilakukannya dan menuntut agar Iran segera menghentikan pelanggaran-pelanggaran ini demi menjaga keamanan, stabilitas, dan keselamatan kawasan," kata Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi juga menegaskan dukungan penuh terhadap segala upaya penegakan kedaulatan yang diambil oleh UEA. "Kerajaan menegaskan kembali solidaritas penuhnya dengan negara sahabat Uni Emirat Arab serta dukungannya terhadap segala langkah yang diambil UEA untuk menjaga kedaulatan dan sumber dayanya," tambah Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author