Iran Pertimbangkan Serang Aset Militer AS di Eropa Jika Konflik Memanas

Share

Iran mempertimbangkan menyerang aset militer Amerika Serikat di Eropa jika Presiden AS Donald Trump memicu eskalasi konflik, menurut laporan Financial Times yang dikutip dari sumber internal rezim Teheran pada 18 Agustus 2026.

Target potensial serangan mencakup pangkalan militer AS di Bulgaria yang baru-baru ini mengizinkan pesawat AS mengisi bahan bakar di pangkalan udara Bezmer, serta Siprus yang pernah mengalami serangan drone pada Maret lalu. Selain itu, jaringan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz juga dipertimbangkan sebagai target jika serangan AS terjadi.

Nota kesepahaman antara Iran dan AS yang mengatur batas waktu 60 hari berunding untuk membuka kembali Selat Hormuz berakhir tanpa hasil. Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei juga menunjuk tokoh garis keras di sektor keamanan dan militer pekan lalu.

Pada 18 Agustus, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak ada pembicaraan atau komunikasi yang sedang berlangsung atau dijadwalkan dengan Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa jika konflik berskala penuh kembali terjadi, Iran akan melampaui strategi sebelumnya di kawasan Timur Tengah dan menargetkan lokasi yang lebih jauh.

Iran sebelumnya dilaporkan meluncurkan rudal ke pangkalan militer gabungan AS-Inggris di Diego Garcia di Samudra Hindia, namun tidak satu pun rudal mencapai target yang berjarak lebih dari 4.000 kilometer.

Turki melaporkan sistem pertahanan udara NATO mencegat rudal balistik Iran pada Maret, bersamaan dengan serangan drone di pangkalan Inggris di Siprus yang diduga melibatkan drone dari kelompok proksi Iran.

Serangan udara Iran bulan lalu terhadap pangkalan udara AS di Yordania menewaskan sedikitnya tiga tentara Amerika, menjadi serangan jarak jauh paling akurat yang pernah dilancarkan Iran, menunjukkan kemampuan mereka menghantam target jauh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author