Iran Peringatkan Ukraina Pascaserangan Kapal Komersial Laut Kaspia
Ebrahim Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, menyampaikan peringatan keras kepada Ukraina menyusul serangan drone Kyiv terhadap kapal komersial Teheran di Laut Kaspia yang merenggut setidaknya satu korban jiwa, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (27/7/2026). Insiden militer tersebut memicu eskalasi hubungan diplomatik kedua negara, di mana pihak Teheran menegaskan bahwa setiap tindakan agresi terhadap wilayah atau aset komersial mereka tidak akan dibiarkan tanpa adanya balasan setimpal. Peringatan dari anggota parlemen senior tersebut juga ditujukan kepada Amerika Serikat dan Israel yang terus berkonflik dengan Iran dalam beberapa bulan terakhir.
"Setiap serangan terhadap Iran selalu ada harganya, dan hal itu masih berlaku hingga saat ini," tegas Azizi, Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri pada parlemen Iran, melalui akun media sosial miliknya pada Minggu (26/7/2026).
Ancaman balasan tersebut disampaikan guna menegaskan posisi tegar pemerintah Teheran dalam merespons ancaman keamanan nasional di wilayah perairan strategis. "Ukraina pun mungkin akan segera menyadari bahwa Iran tidak membiarkan tindakan semacam itu tanpa balasan," ucap Azizi.
Pernyataan bernada keras tersebut sekaligus menggarisbawahi makin bertambahnya daftar negara yang dinilai salah memperhitungkan kekuatan militer Iran. "Daftar pihak yang salah perhitungan terus bertambah!" sebut Azizi dalam pernyataannya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut mengutuk keras aksi militer di perairan Laut Kaspia dan menilai insiden tersebut telah merusak stabilitas kawasan. "Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB, yang dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya," sebut Menlu Iran tersebut. Diplomat tertinggi Iran itu juga mengonfirmasi telah melakukan pembicaraan langsung via telepon dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa Kaja Kallas dan Menlu Rusia Sergey Lavrov untuk menyampaikan sikap resmi Teheran.
"Dalam pembicaraan dengan Perwakilan Tinggi UE (Uni Eropa) Kallas dan Menlu Lavrov, ditegaskan bahwa tindakan 'si parasit' di Kyiv itu 'TIDAK BISA DIBIARKAN TANPA BALASAN," tegas Araghchi.
Langkah diplomatik Iran dipertegas pada Sabtu (25/7/2026) melalui pemanggilan resmi charge d'affaires Ukraina di Teheran guna melayangkan protes keras atas serangan tersebut. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi operasi militer tersebut pada hari yang sama dan menyatakan serangan jarak jauh di Laut Kaspia telah membuahkan hasil kuat terhadap kapal perang serta armada pengangkut kargo militer yang melibatkan Iran.