Iran dan Oman Sepakati Pembahasan Tarif Selat Hormuz
Pemerintah Iran dan Oman mengumumkan rencana untuk segera memulai negosiasi penyusunan kesepakatan tata kelola Selat Hormuz, termasuk penentuan biaya manajemen transit kapal pada Rabu, 24 Juni 2026, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Langkah penataan jalur pelayaran ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku perdagangan dan pemilik kapal global terkait potensi pemberlakuan tarif tol laut di celah strategis tersebut. Pernyataan bersama dari kedua negara tetangga Teluk Persia itu menyebutkan bahwa pembicaraan awal akan memprioritaskan penyediaan layanan navigasi maritim.
"biaya-biaya yang terkait dengan layanan tersebut agar sesuai dengan standar internasional." kata Pemerintah Iran dan Oman dalam pernyataan bersama tersebut.
Komitmen untuk menjaga keamanan Selat Hormuz tetap ditegaskan oleh kedua belah pihak agar jalur tersebut tetap terbuka bagi pelayaran internasional. Penguatan kendali di wilayah tersebut terus diupayakan oleh Teheran setelah tercapainya kesepakatan damai sementara dengan Amerika Serikat pada awal bulan ini.
Aturan baru bahkan telah diterbitkan otoritas Iran pada pekan lalu yang mewajibkan seluruh kapal pelintas mengantongi izin resmi dan kepemilikan polis asuransi khusus. Kebijakan asuransi tersebut saat ini memang belum dipungut biaya, namun para pengamat menilai regulasi itu menjadi landasan awal penarikan tarif resmi di masa depan.
Ketegangan geopolitik mencuat setelah sekutu Amerika Serikat yang dipimpin Inggris mendesak pemerintahan Trump untuk menolak normalisasi penarikan tarif lintas oleh Iran. Asosiasi industri pelayaran global juga memperingatkan bahwa penerapan tarif tol laut di Selat Hormuz melanggar hukum maritim internasional dan menciptakan preseden buruk bagi jalur perairan dunia lainnya.