Iran Kecam Serangan Militer Amerika Serikat di Selat Hormuz
Pemerintah Iran mengutuk keras gelombang serangan terbaru yang dilancarkan oleh militer Amerika Serikat (AS) di wilayahnya pada Minggu (12/7/2026). Serangan tersebut dinilai telah menghancurkan seluruh upaya diplomatik yang telah dibangun dalam beberapa bulan terakhir untuk meredakan ketegangan di kawasan Asia Barat.
Pernyataan resmi Teheran muncul setelah militer AS mengumumkan operasi tersebut secara terbuka, seperti dilansir dari Detikcom. Pihak Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa aksi militer ini merupakan sebuah ancaman serius bagi stabilitas global.
"Serangan barbar ini bukan hanya pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional," kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.
Ketegangan di kawasan semakin meningkat karena aksi ini dianggap mempersulit proses perdamaian yang sedang berjalan. Pihak kementerian menambahkan dampak buruk dari operasi militer tersebut terhadap stabilitas regional.
"Serangan tersebut telah "membuat sia-sia semua upaya beberapa bulan terakhir untuk mengurangi ketegangan dan membangun perdamaian di kawasan Asia Barat," tambah pernyataan itu.
Selain merusak jalur diplomasi, Teheran juga menuduh Washington menjadi penyebab utama ketidakamanan jalur maritim komersial. AS dianggap melakukan intervensi sepihak di kawasan strategis tersebut.
"Rezim AS juga telah menyebabkan kembalinya ketidakamanan di Selat Hormuz dan gangguan terhadap pelayaran komersial internasional dengan secara terang-terangan mencampuri proses Iran dalam menerapkan pengaturan yang diperlukan di Selat Hormuz," kata Teheran.
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi militer yang dimulai pada hari Minggu kemarin bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Teheran. Langkah ini diambil guna melindungi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dari potensi gangguan pihak Iran.
Melalui platform X, CENTCOM mengonfirmasi bahwa rentetan serangan baru tersebut mulai dieksekusi pada pukul 21.00 GMT.
"Pada jam 5 sore ET. Hari ini (Minggu), pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran untuk terus menurunkan kemampuan mereka dalam menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang dengan bebas transit di Selat Hormuz," demikian pernyataan CENTCOM.
Operasi militer di wilayah tersebut merupakan bagian dari kebijakan strategis yang diinstruksikan langsung oleh pemimpin tertinggi Amerika Serikat. Washington menegaskan tindakan ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas aktivitas militer Iran.
"CENTCOM menambahkan bahwa Presiden Donald Trump "telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran.""