Pemerintah Iran Mengecam Perluasan Senjata Nuklir Amerika Serikat
Pemerintah Iran mengecam keras ekspansi dan modernisasi persenjataan nuklir Amerika Serikat pada Jumat (7/8/2026). Seperti dilansir dari Detikcom, Tehran menilai kebijakan Washington tersebut berpotensi menimbulkan dampak parah dan mengancam keselamatan seluruh umat manusia.
Kecaman tersebut disampaikan oleh Misi Tetap Iran di Wina, Austria, bertepatan dengan peringatan tragedi pemboman atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Pihak misi menekankan bahwa peristiwa sejarah tersebut merupakan peringatan nyata atas daya hancur senjata pemusnah massal.
"Mencegah tragedi di masa depan seperti pemboman atom di Hiroshima dan Nagasaki membutuhkan komitmen yang tulus terhadap perlucutan senjata nuklir dan pembentukan dunia yang bebas dari senjata pemusnah massal," kata misi Iran tersebut.
Pernyataan diplomatis tersebut turut menyoroti dampak radiasi mematikan serta kehancuran meluas yang ditinggalkan oleh pemboman AS, di mana efeknya masih dirasakan lintas generasi. Kondisi ini memperkuat urgensi penghapusan seluruh persenjataan nuklir secara global.
"Sebagai negara peserta dalam Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), Iran mendukung penghapusan total semua senjata nuklir, menegaskan kembali komitmennya yang teguh terhadap dunia yang bebas dari senjata nuklir, dan pada saat yang sama, membela haknya yang sah untuk penggunaan ilmu dan energi nuklir secara damai."
Selain itu, perwakilan Iran menegaskan status Washington sebagai satu-satunya pihak yang pernah memakai senjata nuklir dalam sejarah peperangan. Mereka menilai Amerika Serikat terus melanggar komitmen internasional meskipun telah menandatangani NPT selama berdekade-dekade.