Iran dan Israel Saling Serang Pangkalan Udara serta Pabrik Petrokimia

Share

Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak setelah otoritas Iran mengumumkan serangan terhadap dua pangkalan udara Israel, Nevatim dan Tel Nof, pada Senin (8/6/2026), di tengah eskalasi pertempuran terbesar sejak gencatan senjata bulan April lalu, seperti dilansir dari Detikcom.

Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa tindakan militer tersebut merupakan respons langsung terhadap serangan Israel sebelumnya yang menyasar beberapa situs radar domestik mereka.

"Operasi tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan rudal yang diluncurkan oleh rezim Zionis… terhadap beberapa situs radar di tiga tempat berbeda di Iran," kata Garda Revolusi Islam Iran dalam sebuah pernyataan yang dilansir kantor berita AFP.

Di pihak lain, militer Israel (IDF) melaporkan bahwa seluruh rudal yang ditembakkan oleh Iran menuju wilayah mereka pada Senin pagi waktu setempat berhasil dilumpuhkan.

Berdasarkan laporan media Iran, serangan balasan Israel juga mengenai sebuah pabrik petrokimia di wilayah Mahshahr, barat daya Iran, hanya beberapa jam setelah adanya imbauan internasional untuk menahan diri.

"Musuh Zionis telah melakukan serangan udara terhadap Perusahaan Petrokimia Karoon di Mahshahr," tulis media lokal Iran di saluran Telegram yang dikutip kantor berita AFP.

Seorang pejabat penegak hukum setempat mengonfirmasi bahwa fasilitas industri tersebut mengalami kerusakan akibat hantaman proyektil Israel.

Saling gempur ini bermula sejak Minggu (7/6), ketika sirene peringatan berbunyi di Israel akibat rentetan 11 rudal Iran yang semuanya berhasil dicegat tanpa menimbulkan korban jiwa, yang kemudian memicu serangan balasan dari Israel.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan langsung menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk meredakan situasi setelah Israel menuduh Teheran melakukan kesalahan besar.

"Saya akan menelepon Bibi (nama panggilan Netanyahu) sekarang dan mengatakan kepadanya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip oleh jurnalis Axios, Barak Ravid.

Meskipun pihak Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil pembicaraan tersebut, Trump menegaskan bahwa siklus serangan ini harus dihentikan.

"Israel telah melakukan serangannya dan Iran telah melakukan serangannya. Kita tidak membutuhkan serangan lain," kata Trump.

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper turut mendesak kedua belah pihak agar menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi.

"Kembalinya konflik antara Iran dan Israel bukanlah kepentingan siapa pun," tulis Cooper melalui media sosial X.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author