Iran Desak Pasukan Asing Tinggalkan Selat Hormuz Pasca-Insiden Helikopter AS

Share

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mendesak seluruh pasukan militer asing untuk segera keluar dari kawasan Selat Hormuz pada Rabu (10/6/2026). Peringatan ini dikeluarkan guna menghindari risiko terjebak dalam pertempuran setelah insiden jatuhnya helikopter Apache milik Amerika Serikat.

Ketegangan ini bermula ketika helikopter Apache milik Washington terkonfirmasi jatuh di Selat Hormuz yang masuk dalam area wilayah Iran, dilansir dari Detikcom yang mengutip laporan AFP. Kejadian tersebut mengancam proses negosiasi gencatan senjata yang sejatinya telah berlangsung sejak 8 April lalu.

Pihak Iran menegaskan status hukum selat strategis tersebut dan mengingatkan bahaya keberadaan militer asing di sana.

"Selat Hormuz BUKAN merupakan perairan internasional tetapi terbagi antara Iran dan Oman. Pasukan asing yang berada di dekat wilayah kami selalu menghadapi risiko karena kesalahan manusia mereka sendiri, kecelakaan biasa, atau potensi terjebak dalam baku tembak," kata Araghchi dalam unggahannya di media sosial X.

Diplomat senior Iran tersebut kemudian menawarkan jalan keluar terbaik bagi militer luar untuk meminimalkan potensi konflik lanjutan di perairan tersebut.

"Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik bagi mereka adalah meninggalkan lokasi," tambah Araghchi.

Di sisi lain, jatuhnya armada udara ini menjadi kehilangan pesawat berawak kedua bagi Washington setelah sebelumnya sebuah jet tempur F-15 juga jatuh pada bulan April.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons keras terkait jatuhnya pesawat berpatroli tersebut yang diklaim akibat serangan Iran.

"bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu Helikopter Apache kami yang sangat canggih saat berpatroli di Selat Hormuz." kata Trump dalam sebuah pernyataan resmi.

Meskipun tidak ada awak pesawat yang mengalami cedera dalam peristiwa tersebut, pihak Washington memastikan tidak akan tinggal diam.

"Amerika Serikat harus balas serangan ini," kata Trump.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author