Iran Buka Kembali Puluhan Terowongan Rudal Bawah Tanah

Share

Iran dilaporkan bersiap menembakkan lebih banyak rudal jarak jauh ke Israel dan negara-negara Timur Tengah lainnya setelah bergerak cepat memulihkan gudang senjata bawah tanah mereka yang sempat lumpuh akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel.

Pemulihan fasilitas militer tersebut terdeteksi melalui citra satelit yang menunjukkan penggunaan alat berat untuk membuka kembali akses terowongan yang tertimbun, sebagaimana dilansir dari Detik iNET yang mengutip laporan CNN.

Gencatan senjata yang berlangsung membuat Teheran mempercepat rekonstruksi secara signifikan dengan membuka kembali 50 dari 69 pintu masuk terowongan yang tersebar di 18 fasilitas rudal bawah tanah.

Para peneliti mencatat bahwa meskipun Amerika Serikat dan Israel berhasil merusak infrastruktur serta membatasi pasokan komponen, Iran masih memiliki sekitar 1.000 rudal yang aman di dalam fasilitas sedalam ratusan meter tersebut.

Kondisi pangkalan yang sangat dalam ini membatasi efektivitas serangan udara lawan, sehingga Iran tetap memiliki kapasitas ofensif yang besar selama mereka memiliki sistem peluncur yang berfungsi.

"Mereka dapat terus meluncurkan rudal selama masih memiliki peluncur dan kru, bahkan jika produksinya terhenti," ujar Sam Lair, peneliti di James Martin Center for Nonproliferation Studies.

Meskipun aktivitas penggalian terowongan ini memiliki risiko tinggi karena sering menjadi target serangan susulan, Iran juga telah menimbun kawah ledakan dan mengaspal kembali jalan-jalan utama di luar Isfahan untuk mobilisasi peluncur rudal.

"Mereka mempersiapkan diri untuk jenis perang semacam ini selama 20 tahun," kata Timur Kadyshev, peneliti Institute for Peace Research and Security Policy di Universitas Hamburg.

Penilaian intelijen Amerika Serikat kini mengindikasikan bahwa Iran tidak hanya memperbaiki pangkalan, tetapi juga mulai membangun kembali kapasitas produksi militer termasuk penggantian peluncur rudal dan pembuatan drone.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author