Iran Bantah Agenda Pertemuan Tingkat Tinggi dengan Amerika Serikat di Qatar

Share

Pemerintah Iran menegaskan tidak memiliki agenda pertemuan maupun negosiasi dalam tingkat apa pun dengan Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat. Pernyataan resmi ini sekaligus menyanggah pengumuman Presiden AS Donald Trump mengenai rencana pelaksanaaan pertemuan tingkat tinggi antara Washington dan Teheran di Doha, Qatar. Sanggahan tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran sekaligus juru bicara tim negosiasi Teheran, Esmaeil Baghaei.

Informasi yang dikutip dari Detikcom melalui laporan kantor berita IRNA dan Anadolu Agency ini disampaikan Baghaei kepada awak media pada Senin (29/6) waktu setempat. Menurut Baghaei, fokus utama Iran saat ini adalah memastikan implementasi poin-poin dalam nota kesepahaman (MoU) penghentian perang yang telah ditandatangani kedua negara dua minggu lalu. Teheran kini tengah berupaya keras agar seluruh tuntutan terkait kesepakatan tersebut dapat terpenuhi.

Baghaei menjelaskan bahwa pihak AS telah menerbitkan izin yang diperlukan sesuai pasal 10 MoU mengenai penjualan minyak. Saat ini, otoritas Iran sedang memantau secara saksama proses pelaksanaan regulasi tersebut di lapangan.

Guna menindaklanjuti poin kesepakatan lain, delegasi ahli dari Iran dijadwalkan bertolak ke Doha pada akhir pekan ini. Misi teknis tersebut bertujuan mengawal proses pencairan aset-aset Teheran yang dibekukan sebagaimana diatur dalam pasal 11 MoU. Kendati demikian, Baghaei menyatakan bahwa Iran belum melangkah ke tahap negosiasi untuk mencapai kesepakatan akhir. Pembahasan mengenai kesepakatan komprehensif tersebut baru bisa dimulai jika ketentuan lain, termasuk pencairan aset, sudah ditegakkan secara berkelanjutan.

Pihak Iran juga menepis kabar adanya pertemuan dengan perwakilan senior AS di Doha selama kunjungan delegasi teknis mereka. Baghaei menekankan bahwa kedatangan utusan Washington ke Qatar tidak berkaitan dengan agenda kerja tim Teheran. "Tidak akan ada pertemuan negosiasi dengan pihak Amerika pada tingkat mana pun dalam beberapa hari ke depan," tegas Baghaei dalam pernyataannya.

Di sisi lain, Donald Trump melalui unggahan di media sosial pada Senin (29/6) mengklaim bahwa pertemuan tingkat tinggi AS dan Iran segera digelar di Doha pada Selasa (30/6). Trump menyebutkan bahwa agenda tersebut terselenggara atas permintaan dari pihak Teheran. Sementara itu, Gedung Putih mengonfirmasi utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta penasihat kepresidenan, Jared Kushner, bakal menghadiri pertemuan di Doha. Pihak istana kepresidenan AS menyebut agenda ini direncanakan setelah adanya ketegangan baru akibat saling serang antar kedua negara di kawasan Selat Hormuz.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author