Iran Ancam Balas AS dan Israel Jika Ganggu Pemakaman Khamenei
Petinggi militer Iran melayangkan ancaman berupa balasan mematikan kepada Amerika Serikat dan Israel apabila kedua negara itu nekat melancarkan serangan selama prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang dimulai Sabtu (4/7/2026).
Ancaman tersebut disampaikan untuk mengantisipasi adanya potensi agresi asing di tengah masa berkabung nasional. Berdasarkan laporan media pemerintah setempat yang dilansir dari Bloombergtechnoz, instruksi kesiapsiagaan ini ditujukan langsung demi menjaga kekhidmatan agenda besar tersebut.
Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran di Teheran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, menegaskan agar pihak musuh tidak melakukan tindakan ceroboh selama periode duka berlangsung.
"respons keras yang bakal mendatangkan penyesalan" kata Ali Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran.
Pernyataan resmi itu disebarluaskan secara luas melalui saluran komunikasi digital penyiaran setempat. Langkah ini diambil guna memastikan pesan tersebut sampai kepada otoritas pertahanan global.
"Kami memperingatkan para musuh dari Iran yang kuat… untuk menghindari salah kalkulasi apa pun dan untuk mempertimbangkan respons keras serta mendatangkan penyesalan dari putra-putra bangsa Iran di Angkatan Bersenjata terhadap setiap ancaman atau agresi," tegas Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran.
Rangkaian upacara penghormatan terakhir bagi Ali Khamenei dijadwalkan berlangsung hingga 9 Juli 2026. Agenda ini digelar berselang beberapa bulan setelah ia gugur akibat serangan udara dalam konfrontasi bersenjata yang pecah pada 28 Februari lalu.
Iring-iringan jenazah rencananya akan melewati sejumlah kota penting seperti Teheran, Qom, dan Mashhad di wilayah Iran. Selain itu, prosesi duka berskala regional ini juga dijadwalkan melintasi kawasan Najaf serta Karbala yang berada di Irak.