Intelijen Afghanistan Tahan Dua Staf PBB di Herat

Share

Direktorat Jenderal Intelijen (GDI) Afghanistan menahan dua staf laki-laki Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA) lokal di Kota Herat, Minggu (9/8/2026), tanpa kejelasan tuduhan hingga kini, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Pihak PBB mengonfirmasi tindakan penahanan oleh pejabat de facto otoritas intelijen Afghanistan tersebut dan menyatakan hingga saat ini belum mendapatkan akses resmi untuk membesuk kedua personelnya. "Kami mengonfirmasi bahwa dua staf laki-laki UNAMA asal Afghanistan ditahan oleh pejabat de facto Direktorat Jenderal Intelijen pada Minggu, 9 Agustus, di Herat," kata UNAMA.

Badan misi perdamaian tersebut menegaskan bahwa pihak otoritas setempat belum menyampaikan alasan hukum maupun dasar tuduhan di balik penangkapan kedua pekerja lokal itu.

"UNAMA belum diberi tahu mengenai tuduhan terhadap mereka, dan kami juga belum diizinkan untuk menemui mereka," ujar UNAMA. Pemerintah Afghanistan belum memberikan tanggapan resmi saat diminta keterangan mengenai tindakan penahanan tersebut, sementara UNAMA mendesak agar aturan hak istimewa dan kekebalan diplomatik pejabat PBB tetap dihormati.

Insiden penangkapan ini mengemuka sesaat setelah UNAMA menerbitkan laporan resmi yang merekomendasikan pemerintah Afghanistan untuk memperjelas aturan penggunaan kekuatan, penangkapan, serta mekanisme akuntabilitas pada institusi keamanan negara. Kondisi operasional lembaga internasional di Afghanistan terus menghadapi tantangan rumit di bawah pemerintahan Taliban selama hampir lima tahun, termasuk adanya pembatasan ketat terhadap ruang gerak staf perempuan dan serangkaian penahanan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author