by

Ingat Vaksin Bukan Akhiri Pandemi

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menuturkan protokol kesehatan masih harus tetap dijalankan apabila vaksin telah tersedia.

”Vaksin tidak boleh dianggap sebagai penyelesai pandemi,” kata Yurianto.

”Persepsi kalau sudah ada vaksin lalu selamat tinggal masker dan protokol kesehatan, ini adalah persepsi yang salah,” lanjut dia.

Menurut Yurianto, vaksin memang dapat memberikan kekebalan sehingga orang yang terpapar virus tidak sakit, namun tidak serta merta membebaskan dari kemungkinan terpapar.

Baca Juga  Rekomendasi Tidak Ditindaklanjuti, Data ASN di 67 Daerah Diblokir

Selain itu, orang yang telah divaksin masih berpeluang menularkan virus kepada orang-orang yang belum mendapat vaksin.

Dia melanjutkan, belum seluruh negara memiliki agenda vaksinasi sehingga penularan penyakit dari mobilitas manusia masih sangat mungkin terjadi.

Hal yang juga menjadi misteri, kata dia, belum ada bukti terkait berapa lama kandidat vaksin yang tengah dikembangkan bisa memberi daya kekebalan terhadap virus SARS-CoV-2.

Baca Juga  Kejar Target Kuartal II, Ramadan Momentum Tepat Genjot Konsumsi

”Kita belum punya data berapa lama vaksin Covid-19 ini menimbulkan kekebalan, tapi secara teori ada yang bilang enam bulan sampai 24 bulan,” ujar Yurianto.

Dengan demikian, ada kemungkinan perlu vaksinasi ulang setelah jangka waktu tersebut dan pengembangan vaksin jangka panjang amat dibutuhkan. (man/tap)

Baca Juga