by

Ingat Jadwal Hari Libur Tidak Berubah Lho

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk tidak mengubah libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama pada 28-30 Oktober mendatang.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan keputusan itu diambil dalam rapat terbatas pada Senin (19/10.

”Tetap dilaksanakan, jadi tidak ada perubahan,” jelas Muhadjir, Selasa (20/10)

Meski demikian, Presiden Joko Widodo mengingatkan libur dan cuti bersama itu tidak menyebabkan naiknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Itu sebab, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk mengingatkan objek wisata di wilayahnya menegakkan protokol kesehatan dan mengurangi jumlah kapasitas wisatawan.

Baca Juga  DPR Sarankan Kemendikbud Buat Regulasi, Gandeng Pemda dan Sekolah

”Diberikan pengumuman, disampaikan kepada warga, agar tempat itu tidak melebihi kapasitas misalnya 50 persen atau 30 persen, dilakukan secara bergelombang, dan lain-lain,” kata Tito usai rapat terbatas.

Dia juga meminta masyarakat untuk menghindari tempat kerumunan dan mengimbau agar melakukan tes usab terlebih dahulu sebelum bepergian.

”Sehingga yakin bahwa dalam keadaan negatif, jangan sampai terjadi penular bagi saudara-saudara kita, orang tua kita, dan lain-lain yang ada di daerah,” jelas dia.

Baca Juga  Pembangunan Tol Serpong-Balaraja Dimulai, Nilai Investasinya Rp6,07 Triliun

Dia juga meminta kepada masyarakat yang berada di zona merah untuk tetap berada di rumah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta menteri-menterinya mengantisipasi lonjakan infeksi Covid-19 akibat libur panjang 28-30 Oktober 2020.

Dalam rapat terbatas Presiden Jokowi, sapaan Joko Widodo, mengaku tidak ingin mengulang lonjakan kasus seperti libur panjang 1,5 bulan lalu.

Baca Juga  Masih Doyan Jualan Kecap dan Minyak Pelicin? Ini Pesan ”Santuy” dari Bang Ipul-Mas Dibyo

”Oleh sebab itu ini perlu kita bicarakan,” kata Presiden Jokowi, Senin.

Rata-rata kasus aktif Covid-19 di Indonesia hingga 18 Oktober kata dia mencapai 17,69 persen, lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 22,54 persen.

Dibandingkan bulan lalu rata-rata kematian di Indonesia juga menurun dari 3,94 persen menjadi 3,45 persen. (man/tap)

Baca Juga