Tim Putra Indonesia Gagal Melaju ke Fase Gugur Piala Thomas 2026

Share

Tim putra Indonesia dipastikan tersingkir lebih awal dari Piala Thomas 2026 setelah menderita kekalahan 1-4 dari Prancis pada pertandingan terakhir Grup D di Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026) waktu setempat. Hasil ini dilansir dari Bola membuat tradisi kuat Merah Putih terhenti di babak penyisihan.

Kegagalan melangkah ke fase gugur ini menjadi catatan sejarah buruk yang pertama kalinya bagi Indonesia sejak keikutsertaan perdana pada 1958. Dari total 31 penampilan, Indonesia kini harus puas finis di peringkat ketiga Grup D di bawah Thailand dan Prancis.

Prancis mendominasi perolehan poin melalui sektor tunggal dengan menyapu bersih tiga partai yang tersedia. Jonatan Christie kalah dari Christo Popov 19-21, 14-21, sedangkan Alwi Farhan takluk dari Alex Lanier 16-21, 19-21.

Anthony Sinisuka Ginting yang turun pada partai ketiga juga kalah dari Toma Junior Popov melalui pertandingan ketat tiga gim. Ginting menyebut perubahan strategi dari lawan menjadi penyebab utama dirinya kehilangan kendali permainan.

“Kuncinya pada gim kedua ketika Toma mulai mengubah pola permainan dan saya ikut masuk ke pola permainan dia. Lalu memasuki gim ketiga bisa menemukan ritme lagi, sempat unggul saat interval.” kata Anthony Sinisuka Ginting, Pemain Tunggal Putra.

Kekalahan Indonesia dipastikan setelah ganda pertama Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kalah dari Eloi Adam/Leo Rossi 19-21, 19-21. Pasangan Sabar/Reza mengakui lawan tampil dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.

“Kami sudah mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik pada gim tadi. Namun, kami harus akui bahwa Prancis bermain sangat baik, sangat percaya diri. Kami pernah bertemu mereka dua kali dan hari ini permainannya jauh berbeda dari dua pertemuan itu.” ujar Sabar Karyaman Gutama, Pemain Ganda Putra.

Pemain ganda putra tersebut menilai hasil minor ini akan menjadi bahan evaluasi yang sangat penting bagi tim Indonesia secara keseluruhan.

“Kekalahan ini menjadi pembelajaran berharga buat kami berdua untuk ke depannya dan mudah-mudahan tim Indonesia bisa kembali dengan lebih kuat.” kata Sabar Karyaman Gutama, Pemain Ganda Putra.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi tekanan ketika posisi tim sedang tertinggal.

“Pelajaran dan pengalaman besar buat kami bagaimana untuk mengontrol tekanan di turnamen beregu seperti ini. Tidak mudah apalagi dengan kondisi tim yang sedang tertinggal.” ujar Sabar Karyaman Gutama, Pemain Ganda Putra.

Satu-satunya poin hiburan bagi Indonesia disumbangkan oleh ganda kedua Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Pasangan ini mengalahkan Christo Popov/Toma Junior Popov lewat pertarungan tiga gim dengan skor akhir 21-18, 19-21, dan 21-11.

Pencapaian pada edisi kali ini sangat kontras dengan turnamen sebelumnya saat Indonesia berhasil menembus babak final sebelum ditundukkan oleh China. Evaluasi besar kini menanti tim Merah Putih setelah gagal mempertahankan posisi elite mereka.

Hasil Lengkap Pertandingan Indonesia vs Prancis
Partai Pertandingan Skor
MS1 Jonatan Christie vs Christo Popov 19-21, 14-21
MS2 Alwi Farhan vs Alex Lanier 16-21, 19-21
MS3 Anthony Sinisuka Ginting vs Toma Junior Popov 22-20, 15-21, 20-22
MD1 Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Eloi Adam/Leo Rossi 19-21, 19-21
MD2 Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Christo Popov/Toma Junior Popov 21-18, 19-21, 21-11
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author