oleh

India Destinasi Kematian Akibat Wabah Covid-19 Paling Menakutkan

Langkah keras pembatasan mudik Lebaran tahun 2021 yang diberlakukan Pemerintah sudah tepat. Faktanya kebebasan beraktivitas yang berlaku di India, mengakibatkan kematian tertinggi di dunia.

Tercatat terjadi lonjakan hingga 419.231 kasus dengan jumlah kematian hingga Kamis (6/5/2021) menembus 3.986 kematian baru akibat COVID-19.

Ya, gelombang infeksi Covid-19 tak terbendung di negara dengan kepadatan jumlah penduduk sampai 21 juta jiwa tersebut. Paling mengagetkannya lagi jumlah kematian menembus 230.168 orang.

Foto: Sajjad Husain/Afp
Foto: Tauseef Mustafa/Afp)

Kondisi rumah sakit di negara tersebut benar-benar kekuarangan tenaga medis khususnya fasilitas tempat tidur hingga oksigen.

Baca Juga  Didampingi Ketua PB PON Papua, Azis Syamsuddin Sambangi Stadion Lukas Enembe

Sementara dari data yang disampaikan WHO, India tercatat sebagai negara yang memberikan kontribusi penularan terbesar di dunia dalam sepekan terakhir.

”Sudah jelas, data yang diberikan Kementerian Kesehatan India dan WHO membuktikan angka ini masih kecil dibandingan potensi penyebaran. Saya memperkirakan data sebenarnya bisa mencapai 10 kali lipat,” ungkap Kordinator Lapangan Badan HAM Manav Sansadhan Evam Mahila Vikas Sansthan, Suresh Kumar, Kamis (6/5/2021).

Bagi Suresh Kumar, ini merupakan babak terparah di India. Dan proses penularan akan terjadi di setiap rumah. ”Sangat berbahaya. Anda bisa bayangkan setiap rumah ada dua orang terinfeksi. Dan penyebarannya sulit terhalau,” timpal Suresh Kumar.

(Foto: Abid Bhat/Afp)

Suresh Kumar mencontohkan, di daerah Uttar Pradesh yang dihuni oleh sekitar 200 juta jiwa hampir seluruhnya mengalami demam berkepanjangan.

Baca Juga  Embargo Vaksin Jangan Dianggap Remeh

”Ini gejala. Mereka meringkuk di kamar. Demam disertai batuk. Tapi masih saja ada yang beranggapan ini gejala flu musiman, yang dua hari ke depan akan membaik. Pemikiran ini salah,” tegasnya.

Sementara itu. Penasihat ilmiah terkemuka, K. VijayRaghavan menambahkan India akan dihantam gelombang ketiga COVID-19 dengan angka kematian dikhawatirkan dua kali lipat dari data hari ini.

”Kuncinya antisipasi saja. Tak ada jalan lain selain prokes, dan berprilaku waspada terhadap sebaran yang mengganas ini,” jelasnya.

Foto: Singh/Afp

Lalu apa tanggapan dari Perdana Menteri Narendra Modi? Sampai saat ini orang berpengaruh di India itu tak mau mengeluarkan komentar.

Ia terkesan menghindari dari kejaran media. Ini terjadi setelah adanyan kegiatan keagamaan yang bernuansa kampanye politik pekan lalu.

Negara-negara tetangga seperti Indonesia, Singapura, Malaysia menjadi daerah tujuan warga negara India yang mencoba menghindari dari hantaman virus paling mematikan sejak satu abad ini. (ful)

Baca Juga  Messi Akui Lawan Ekuador Timnya Gugup, Kok Bisa?
DESAIN GRAFIS/PUBLIKA.ID

Baca Juga