Imigrasi Dalami Kasus Pengusiran Tiga WNA Bergaris Keturunan Israel di Bali

Share

Tiga warga negara asing (WNA) berdarah Israel diusir dari sebuah gym di Sukawati, Gianyar, Bali. Kasus ini kini didalami oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar setelah video kejadian viral di media sosial pada Minggu (16/8).

Dua dari tiga WNA tersebut telah teridentifikasi lahir di Israel, tetapi mereka masuk ke Indonesia menggunakan paspor negara Eropa, yaitu Bulgaria dan Romania. Kepala Kantor Imigrasi Denpasar, R Haryo Sakti, menyebutkan bahwa IB (23) dan YBH (22) adalah dua WNA yang dimaksud, yang masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 3 Agustus 2026 dengan visa kunjungan.

"IB masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 3 Agustus 2026 menggunakan penerbangan EY 478 dan menggunakan Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VKSK)," ujar Haryo Sakti.

YBH juga masuk pada tanggal yang sama dengan penerbangan yang sama dan menggunakan visa kunjungan. Kedua WNA tersebut saat ini telah masuk daftar pencarian orang (SOI) keimigrasian.

Kasus bermula dari perselisihan di sebuah gym antara pemilik dan tiga WNA yang kemudian viral. Pemilik gym menyatakan bahwa salah satu dari mereka bersikap kasar terhadap staf dan menyebut ketiganya memiliki keterkaitan dengan militer Israel (Israel Defense Forces/IDF).

Selain itu, pemilik gym menyebut ketiganya masuk dengan paspor negara lain. Kejadian ini memicu reaksi di media sosial, termasuk ulasan negatif terhadap gym tersebut.

Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Denpasar melakukan penyelidikan dengan memeriksa data keimigrasian dan mendatangi lokasi gym di Sukawati. Temuan bahwa dua WNA lahir di Israel namun menggunakan paspor Bulgaria dan Romania menjadi fokus pendalaman lebih lanjut.

Informasi mengenai dugaan keterkaitan ketiga pria tersebut dengan militer Israel juga masih dalam tahap penyelidikan oleh Imigrasi Denpasar, seperti dilansir dari Detik Travel.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: bali Imigrasi warga asing
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author