IHSG Terbang 1,49 Persen ke Level 6.218 Sesi I 2 Juni 2026
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat tinggi pada sesi I perdagangan Selasa (2/6). Lonjakan indeks saham tersebut terjadi seiring dengan kenaikan harga sejumlah saham di papan perdagangan utama Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan RTI Business yang dikutip dari Detik Finance, indeks saham Garuda menguat 1,49 persen menuju level 6.218,86. IHSG konsisten bergerak di zona hijau sejak menit awal pembukaan dan sempat menyentuh posisi tertinggi di angka 6.264,26.
Aktivitas perdagangan di pasar modal sepanjang sesi pertama ini membukukan volume transaksi mencapai 18,85 miliar saham. Nilai transaksi secara keseluruhan menyentuh Rp 14,85 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.562.599 kali.
Hingga jeda siang, pergerakan saham di bursa menunjukkan sebanyak 336 saham bergerak menguat, 316 saham mengalami pelemahan, dan 164 saham bergerak stagnan. Mayoritas saham yang masuk dalam kategori blue chip turut mencatatkan penguatan signifikan.
Sektor perbankan menjadi salah satu pendorong, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 2,37 persen ke harga Rp 3.020 per saham. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meroket 2,19 persen menjadi Rp 5.825 per saham.
Lonjakan drastis dialami oleh saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), yang melesat hingga terkena Auto Reject Atas (ARA) sebesar 24,60 persen ke harga Rp 785 per saham. Emiten lain miliknya, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), ikut terkerek 24,55 persen ke level Rp 4.110 per saham.
Sektor lain juga mencatatkan pertumbuhan positif pada paruh pertama hari ini. Saham kepemilikan Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), terpantau menguat sebesar 8,55 persen menuju harga Rp 825 per saham.
Melengkapi tren penguatan bursa, saham dari lini bisnis Grup Bakrie tidak ketinggalan mencatatkan performa hijau. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengalami kenaikan sebesar 7,69 persen dan bertengger di harga Rp 770 per saham pada penutupan sesi pertama.