IHSG Melemah ke Level 5884 pada Perdagangan 29 Juni 2026
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menunjukkan dinamika yang fluktuatif dengan kecenderungan bergerak dua arah pada pembukaan sesi perdagangan di awal pekan ini. Investor menyaksikan pergerakan yang cukup dinamis sejak menit-menit pertama pasar modal dibuka.
Dikutip dari data perdagangan RTI pada hari Senin, 29 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance, indeks sempat mencatatkan performa positif di awal sesi. Pada saat bel pembukaan berbunyi, IHSG langsung mengambil posisi menguat dan bertengger pada level 5.932.
Aktivitas pembelian yang cukup tinggi segera mendorong indeks saham gabungan tersebut melesat lebih tinggi lagi. Tidak lama setelah dibuka, IHSG berhasil menyentuh level tertinggi harian yang tercatat berada pada posisi 5.942,77.
Kendati demikian, momentum penguatan tersebut tidak mampu bertahan lama di pasar modal domestik. Tekanan jual yang segera datang membuat IHSG berbalik arah dengan cepat dan terjungkal ke dalam zona merah yang berada di level 5.800-an.
Memasuki pukul 09.05 WIB, posisi indeks saham terpantau masih tertahan dan terparkir di zona pelemahan pada level 5.884,97. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar 0,19 persen atau mengalami pengurangan sekitar 11,16 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Dalam dinamika transaksi yang terjadi di pagi hari tersebut, indeks sempat tersungkur lebih dalam lagi. Berdasarkan pantauan data real-time, level paling rendah yang sempat disentuh oleh IHSG dalam penurunan tersebut berada pada posisi 5.879,37.
Secara rinci, pergerakan harga saham di papan perdagangan menunjukkan komposisi yang bervariasi di antara emiten. Tercatat ada sebanyak 204 saham yang masih mampu bergerak menguat di tengah tekanan pasar yang terjadi.
Di sisi lain, jumlah saham yang mengalami penurunan atau melemah tercatat lebih mendominasi, yakni mencapai 265 saham. Sementara itu, terdapat sebanyak 214 saham yang posisinya tidak bergerak atau bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan harga.
Aktivitas perdagangan di awal pekan ini juga dibarengi dengan volume transaksi yang cukup besar dari para pelaku pasar. Total volume saham yang telah diperdagangkan oleh investor secara keseluruhan mencapai angka 1 miliar lembar saham.
Perputaran dana atau nilai turn over yang dihasilkan dari keseluruhan transaksi tersebut mencapai angka Rp 607,8 billion. Seluruh volume dan nilai transaksi tersebut diperoleh melalui frekuensi perdagangan yang tercatat sebanyak 95.796 kali transaksi.
Jika ditarik mundur ke belakang, performa IHSG sepanjang tahun berjalan ini memang masih menunjukkan rapor yang kurang menggembirakan. Terhitung sejak awal tahun perdagangan, akumulasi pelemahan yang dialami oleh IHSG berada di kisaran 31,93 persen.
Kondisi yang kurang ideal ini juga terlihat apabila kinerja indeks dibandingkan secara tahunan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data menunjukkan bahwa posisi IHSG saat ini tercatat mengalami penurunan sebesar 17,87 persen lebih lemah.