Ibu Tin Gaungkan Konsumsi Umbi Kimpul Sebagai Karbohidrat Sehat
Upaya melestarikan pangan lokal terus digaungkan untuk mencegah kepunahan tanaman tradisional. Sosok Ibu Tin yang dikenal sebagai 'Ibu Kimpul' gencar memperkenalkan kembali umbi kimpul sebagai sumber karbohidrat sehat kaya serat. Sosok asal Bantul, DI Yogyakarta ini konsisten membagikan konten edukasi mengolah pangan lokal melalui media sosial, seperti dilansir dari Detik Health.
Langkah tersebut diambil karena kecemasannya terhadap minimnya pengetahuan generasi muda terkait bahan pangan tradisional. "Memang berawal dari rasa perhatian saya mengenai bahan pangan lokal itu saya khawatir punah. Karena anak muda nggak ada yang tahu dan memang selama ini minim sekali informasi untuk anak muda," kata Ibu Tin.
"Jadi saya mencoba mengenalkan, dengan cara saya olah dengan makanan yang cukup familiar di kalangan anak muda," ujar Ibu Tin.
Kebiasaan mengonsumsi umbi-umbian telah terbentuk sejak masa kecilnya akibat keterbatasan ekonomi. Kala itu, beras merupakan bahan pangan mewah yang sulit dijangkau keluarga. Pengalaman masa lalu memicunya untuk mendalami kandungan gizi kimpul. Hasil pemaparannya menunjukkan bahwa umbi ini memiliki kepadatan nutrisi tinggi sehingga berpotensi menjadi alternatif pengganti maupun pendamping nasi.
Meski gencar mengedukasi masyarakat, dirinya tidak menutup diri dari perkembangan kuliner modern. Makanan modern dan nasi tetap dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. "Bukan berarti saya anti-modern, semua saya makan. Saya juga makan nasi, makan makanan modern," tutur Ibu Tin.
"Tapi, memang umbi-umbian itu selalu ada di kehidupan saya dari dulu sampe sekarang. Saya harap anak muda juga mengenal itu," kata Ibu Tin.
Teknik Pengolahan Spesifik untuk Umbi Tradisional
Selain kimpul, terdapat berbagai varietas umbi tradisional lain yang turut dikenalkan, seperti mbili, mbolo, talas, gadung, hingga umbi garut. Setiap jenis memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda.
Proses pengolahan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Beberapa varietas memerlukan teknik khusus guna menghilangkan kandungan senyawa alami yang berisiko bagi kesehatan.
"Harus melalui proses bertahap, rendam, hingga dimasak. Itu misalnya umbi gadung," ujar Ibu Tin.