by

Ibadah Umroh Dibuka Kembali, Azis Syamsuddin: Tetap Kedepankan Prokes

JAKARTA –  Dibukanya kembali Ibadah Umroh oleh Pemerintah Arab Saudi tentu menjadi tanda bahwa adaptasi protokol kesehatan (Prokes) ketat yang berlaku di Indonesia cukup berhasil.

”Tentu ini kabar menggembirakan. Ini angin segar dengan dibukanya kembali Ibadah Umroh. Bisa kita simpulkan selama pandemi menjadi bukti kemampuan kita beradaptasi,” ujar Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dalam keterangan resminya, Rabu (11/11/2020).

Azis tentu berharap setiap calon jamaah mampu mengikuti seluruh syarat yang diatur dalam Keputusan Menteri Agama atau KMA Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Baca Juga  DPR Dorong Pemberian Insentif bagi Jasa Transportasi

”Sejalan dengan itu, kebijakan mengenai ibadah ke tanah suci, diharapkan tetap mendapat pengawasan dan evaluasi sesuai dengan perkembangan pandemi baik di Indonesia maupun di Tanah Suci. Bahwa penerapan prokes secara efektif menurunkan resiko penularan covid-19,” papar politisi Partai Golkar itu.

Di sisi lain, Azis juga meminta Kementerian Agama untuk melakukan sosialisasi yang masif baik saat dan setelah jamaah tiba di tanah suci. Harapannya setiap calon jemaah yang akan berangkat ke tanah suci adalah jemaah yang memenuhi persyaratan. Baik dari sisi kesehatan dan aturan yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga  Jasad Ketua Partai Komunis Ditemukan di Sungai Jing'an

Azis juga yakin, Kemenag telah mengidentifikasi permasalahan sekaligus rumusan mitigasi dalam pelaksanaan ,  Ibadah Umrah dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Pada bagian lain Azis juga meminta agar PPIU mulai menyusun rencana keberangkatan jamaah umrah tertunda.

”Agar tidak ada lagi kegelisahan karena gagal berangkat. Dan Kemenag mampu memberikan kepastian keberangkatan ke  Saudi sejalan dengan komunikasi yang dilakukan dengan biro travel umroh yang ditunjuk,” pungkasnya. (rls/man/tap)

Baca Juga