IAEA Segera Inspeksi Nuklir Iran Setelah Negosiasi Damai

Share

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menjadwalkan inspeksi fasilitas nuklir di Iran pada Rabu (24/6) setelah Amerika Serikat dan Iran merampungkan putaran pertama negosiasi damai, dilansir dari Detikcom. Kepala IAEA Rafael Grossi menjelaskan bahwa rincian teknis pelaksanaan pengawasan tersebut saat ini sedang dimatangkan bersama pihak Iran melalui kesepakatan prinsip untuk mengakhiri perang. "Inspeksi nuklir akan dilakukan," kata Rafael Grossi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Pihak otoritas atom dunia kini sedang memproses penentuan jadwal terperinci mengenai kunjungan tim lapangan ke lokasi sensitif tersebut.

"Kami akan segera membahas mekanismenya—tanggal, prosedur, dan tempat," ujar Rafael Grossi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Keputusan tersebut berlandaskan pada poin nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara pada Senin (22/06) mengenai pengawasan aktivitas nuklir.

"Paragraf 8 dalam MoU ini secara eksplisit menyatakan bahwa aktivitas yang berkaitan dengan nuklir akan diawasi oleh IAEA," kata Rafael Grossi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Langkah pengawasan ini dinilai krusial mengingat Iran dilaporkan memiliki sisa uranium yang diperkaya hingga kadar 60 persen di kompleks terowongan Isfahan.

"Dengan begitu, kami harus melakukan inspeksi. Entah lusa, satu minggu lagi, atau 10 hari lagi, inspeksi itu akan dilakukan. Tentu saja dengan restu Iran.

Jika tidak, akan ada masalah lain," ujar Rafael Grossi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Di sisi lain, Pemerintah Iran menegaskan belum berencana membuka akses sebelum adanya kesepakatan final dan realisasi pencabutan sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat. "Kegaduhan media tidak dapat digunakan untuk memaksakan fakta di lapangan," tulis Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author