Hujan Lebat Landa China Tengah dan Selatan, 15 Orang Tewas
Hujan lebat yang mengguyur wilayah tengah dan selatan China menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia serta memicu kerusakan lahan pertanian yang meluas, dilansir dari Bloombergtechnoz pada Selasa (7/7/2026). Situasi tersebut dilaporkan berpotensi memburuk seiring adanya ancaman cuaca yang jauh lebih ekstrem dari pergerakan topan kuat menuju pesisir timur negara tersebut pada akhir pekan ini. Berdasarkan laporan China Central Television (CCTV) yang mengutip data pejabat setempat, korban tewas tercatat di Provinsi Hubei dan Guangxi, sementara ribuan warga lainnya kini telah dievakuasi.
Badai tropis Maysak yang mengalami disipasi lambat di daratan menjadi pemicu utama tingginya curah hujan karena menarik aliran udara monsun yang sarat kelembapan dari arah selatan.
Di Nanning, ibu kota Provinsi Guangxi, hujan ekstrem dilaporkan telah berlangsung sejak 4 Juli lalu dan menyebabkan sebuah tanggul di Waduk Liulan jebol pada Senin pagi, sehingga status tanggap darurat banjir langsung dinaikkan ke tingkat tertinggi. Kerusakan infrastruktur akibat hujan badai di sepanjang provinsi tersebut juga memutus jaringan aliran listrik yang berdampak pada lebih dari 59.000 warga.
Pusat Hidrologi Guangxi pada Selasa (7/7/2026) pagi resmi menaikkan peringatan banjir ke tingkat paling parah untuk delapan kota besar, termasuk wilayah Nanning dan kota wisata Guilin. Selain evakuasi 48.000 warga di Guangxi, insiden tanah longsor juga dilaporkan melanda Provinsi Gansu yang menimbun 33 orang, dengan separuh korban di antaranya berhasil diselamatkan oleh tim SAR.
Pusat Meteorologi Nasional China memperingatkan bahwa banjir ini mengancam komoditas padi, jagung, sayuran, perkebunan buah, serta sektor perikanan akibat luapan kolam tambak, di mana kerusakan fasilitas pertanian sudah mulai terjadi di Guizhou dan Yunnan. Ancaman berikutnya datang dari Super Topan Bavi berkekuatan setara siklon Kategori 4 yang terpantau di Laut Filipina dan diproyeksikan mulai melintasi garis pantai timur China pada hari Sabtu. Pusat Iklim Nasional China memproyeksikan curah hujan pada Juli dan Agustus akan menjadi puncak musim hujan dengan intensitas mencapai 50% di atas batas normal untuk wilayah selatan seperti Guangdong dan Guangxi.
Sementara itu, musim hujan di wilayah utara China diprediksi tiba lebih awal dari jadwal biasanya yang jatuh pada 18 Juli dengan intensitas yang diperkirakan lebih tinggi dari rata-rata.