Hong Kong dan Uni Eropa Perkuat Kemitraan Transisi Ekonomi Hijau
Pemerintah Hong Kong dan Uni Eropa memperkuat kemitraan strategis untuk mempercepat transisi ekonomi hijau dalam forum Greenway 2026 pada Selasa, 23 Juni 2026. Acara tersebut dihadiri lebih dari 300 pemimpin bisnis dan pejabat pemerintahan.
Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan teknologi bersih, energi terbarukan, dan pembiayaan hijau. Hong Kong menargetkan penurunan emisi karbon hingga 50 persen sebelum tahun 2035 dan mencapai netralitas karbon pada 2050.
Sektor keuangan menjadi pendorong utama transformasi ini, di mana total penerbitan utang hijau di Hong Kong melampaui US$76 miliar pada tahun 2025. Selain itu, kota ini mengintegrasikan teknologi finansial lewat penerbitan obligasi hijau digital.
Perusahaan-perusahaan Eropa turut mengambil peran aktif dalam mendukung ambisi digital dan dekarbonisasi di kawasan tersebut, khususnya pada pembangunan proyek Northern Metropolis.
“EU companies are active here in sustainable construction, waste management, water desalination and aircraft recycling so that they can bring expertise, investment and innovative solutions to support Hong Kong’s green and digital transformation,” ujar Harvey Rouse, Head of the European Union Office to Hong Kong and Macao.
Pemerintah Hong Kong juga melaporkan kemajuan signifikan dalam pengurangan emisi dan implementasi kebijakan lingkungan global.
“Hong Kong’s total greenhouse gas emissions have already fallen 27 percent from the 2014 peak level,” kata Paul Lam Ting-kwok, Acting Chief Executive.
Langkah strategis terus disusun melalui dokumen konsultasi publik guna memperluas jangkauan perusahaan teknologi hijau.
“Hong Kong’s first five-year plan public consultation document, which was released last week, articulated three directions for developing a green economy in Hong Kong,” tambah Paul Lam Ting-kwok, Acting Chief Executive.
Apresiasi besar diberikan kepada pihak Uni Eropa yang telah membawa standar internasional dan budaya ramah lingkungan ke Hong Kong.
“We deeply value the European Union’s pioneering contributions to green technologies and to the development of robust international standards. And I must thank our European partners again for bringing to Hong Kong their vision, their world-leading techs, and their environmentally friendly culture,” tutur Michael Wong Wai-lun, Acting Financial Secretary.
Pengembangan energi hidrogen dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) kini menjadi prioritas regulasi baru demi menciptakan lingkungan operasional yang stabil bagi investor lokal maupun internasional.