Hideo Kojima Prediksi Krisis Kepemilikan Data Digital
Pandangan masa depan dari kreator game populer, Hideo Kojima, kembali memicu diskusi hangat di kalangan komunitas gamer. Kreator yang dikenal dengan visi uniknya dalam game seperti Metal Gear Solid 2 dan Death Stranding ini, sempat mengutarakan kekhawatiran mendalam terkait sistem digital.
Diskusi ini mencuat kembali setelah para gamer mengaitkannya dengan masa depan industri hiburan, seperti dilansir dari Gamebrott. Kekhawatiran tersebut berpusat pada bagaimana hak milik atas data digital dapat hilang sewaktu-waktu dari tangan konsumen.
Pernyataan yang memicu perbincangan ini berasal dari unggahan lama Hideo Kojima pada tanggal 6 Agustus 2021 lalu. Dalam tulisan tersebut, ia menyoroti kepemilikan data digital yang mencakup media film, buku, hingga musik.
Kojima menjelaskan bahwa suatu saat nanti individu tidak akan lagi memiliki kendali penuh atas data digital mereka. Akses tersebut dapat terputus secara tiba-tiba apabila terjadi perubahan besar, insiden, atau pergantian ideologi dan tren di suatu negara maupun pemerintahan.
Kondisi ini dinilai akan membatasi kebebasan masyarakat dalam menikmati karya seni yang mereka sukai.
"We will not be able to freely access the movies, books, and music that we have loved. I would be a have-not. That's what I'm afraid of. This is not greed." ujar Hideo Kojima melalui akun media sosialnya pada tahun 2021 lalu.
Komunitas gamer di platform X kembali meramaikan pernyataan tersebut setelah munculnya kabar mengenai kebijakan salah satu raksasa konsol. Sony dilaporkan berencana menghentikan produksi game fisik PlayStation mulai tahun 2028 untuk beralih sepenuhnya ke format digital.
Langkah korporasi ini dinilai memperkuat kekhawatiran Kojima mengenai ketergantungan penuh pada lisensi digital.
"Companies will blame trends and take away what you have bought digitally. Sony and PlayStation have done that. Options are needed. We need physical Media because it cannot be taken away." tulis pengguna akun ShadowsCreed dalam menanggapi situasi tersebut pada 3 Juli 2026.