Helikopter Saudi Aramco Jatuh di Ras Tanura Tewaskan 14 Orang
Sebuah helikopter yang dioperasikan oleh perusahaan minyak Saudi Aramco jatuh di kawasan pusat energi Ras Tanura, Arab Saudi pada Minggu (28/6) sehingga menewaskan seluruh 14 penumpang di dalamnya. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 pagi waktu setempat saat wilayah tersebut sedang memulai kembali aktivitas pengiriman logistik minyak. Kementerian Energi melalui Saudi Press Agency melaporkan bahwa seluruh korban meninggal dunia merupakan warga negara Arab Saudi.
Pihak otoritas terkait saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk menemukan penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Kawasan Ras Tanura yang terletak di pesisir Teluk Persia merupakan pusat industri energi karena menampung kilang minyak terbesar serta infrastruktur ekspor minyak mentah utama. Kecelakaan ini terjadi beberapa hari setelah Aramco membuka kembali aktivitas pemuatan minyak di terminal pelabuhan untuk pengiriman melalui Selat Hormuz.
Dampak langsung dari kecelakaan hari Minggu terhadap operasional fasilitas energi di Ras Tanura masih belum dapat dipastikan. Kendati demikian, gangguan sekecil apa pun di wilayah ini diprediksi dapat menghambat upaya Arab Saudi mengembalikan kapasitas operasional minyak ke level normal.
Kecelakaan helikopter ini juga terjadi di tengah akhir pekan yang diwarnai oleh peningkatan tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Kedua negara diketahui saling meluncurkan serangan balasan ke infrastruktur militer masing-masing sejak hari Kamis lalu. Dua kapal supertanker pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar terpantau mulai melakukan pengisian muatan di fasilitas lepas pantai pelabuhan Ras Tanura pada hari Jumat. Kedatangan kapal tanker raksasa ini menjadi aktivitas pertama di terminal tersebut sejak awal Maret semenjak perang pecah.
Pasar energi global kini memantau dengan ketat volume ekspor minyak melalui Selat Hormuz setelah sentimen positif kesepakatan damai sempat menurunkan harga minyak mentah Brent di bawah US$72 per barel. Wilayah Ras Tanura sendiri sebelumnya sempat menjadi target serangan pesawat nirawak pada Maret dan April lalu.