Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Konflik AS-Iran di Selat Hormuz
Harga minyak mentah Brent melonjak sebesar 4,8 persen hingga mencapai level 87,3 dolar AS per barel pada Selasa (14/7) sore akibat meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di Selat Hormuz. Kenaikan signifikan ini terjadi setelah harga minyak mentah melompat 9,6 persen pada hari Senin (13/7) menuju level 83,3 dolar AS per barel menyusul kebijakan pengetatan wilayah perairan oleh kedua belah pihak. Lonjakan harga dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan kembali blokade laut terhadap Iran serta menerapkan tarif sebesar 20 persen bagi seluruh kargo yang melewati selat strategis tersebut.
Ketentuan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati dalam Memorandum of Understanding (MoU) di Islamabad pada 17 Juni 2026 kini berada dalam kondisi rapuh setelah militer kedua negara kembali terlibat aksi saling serang.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, kedua belah pihak awalnya setuju untuk melakukan penghentian sementara permusuhan.
"cessation of hostilities"
Namun, Iran memanfaatkan posisinya di wilayah perairan teritorial sepanjang 161 kilometer tersebut dengan menerapkan aturan sepihak serta menyebar ranjau laut.
Langkah penutupan jalur perdagangan internasional ini dinilai oleh berbagai pihak sebagai strategi asimetris untuk menekan posisi tawar Amerika Serikat.
"senjata selat"
Ketegangan semakin meruncing setelah pusat komando militer AS mulai memberlakukan blokade penuh terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran mulai Selasa (14/7) pukul 16.00 waktu New York.
"akan melenyapkan Iran dari muka bumi" ancam Donald Trump, Presiden AS.
Merespons eskalasi militer tersebut, Pemerintah Iran menyatakan bahwa komitmen terhadap nota kesepahaman perdamaian sangat bergantung pada kepatuhan pihak lawan.
"Kesepahaman ini adalah masalah timbal balik. Jika pihak Amerika tetap berkomitmen terhadap nota kesepahaman tersebut, kami juga akan memenuhi komitmen kami," kata Masoud Pezeshkian, Presiden Iran.