Harga Minyak Dunia Turun Setelah Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada Kamis, 4 Juni 2026 setelah tiga hari berturut-turut melonjak, menyusul adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang berpotensi meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Penurunan nilai komoditas ini terjadi dengan syarat kelompok Hizbullah bersedia menghentikan total aksi permusuhan bersenjata, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Minyak mentah jenis Brent merosot hingga mendekati angka US$97 per barel, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran US$96 per barel.
Kondisi ini berbanding terbalik setelah kedua jenis minyak tersebut sempat mencatatkan kenaikan signifikan hampir mencapai 10% sepanjang tiga sesi pertama pada pekan ini.
Meskipun Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati kerangka kerja awal untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua bulan serta membuka kembali Selat Hormuz, proses negosiasi detail akhir masih berjalan alot.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran karena persediaan pasokan minyak mentah dunia, khususnya di fasilitas penyimpanan Cushing, Oklahoma, dilaporkan terus menyusut selama enam pekan berturut-turut hingga mendekati batas operasional minimum.
Analis pasar komoditas menilai penutupan Selat Hormuz secara teknis tetap menjadi faktor penentu pergerakan harga ke depan.
Kepala riset komoditas di Westpac Banking Corp, Robert Rennie memberikan pandangan mengenai potensi lonjakan harga jika pengetatan pasokan global terus berlanjut sepanjang kuartal keempat.
"Pasar sedang lengah, bahkan ketika kita bergerak cepat menuju pengetatan agresif di pasar minyak mentah dan produk," kata Robert Rennie, Kepala Riset Komoditas di Westpac Banking Corp.
Pernyataan lain juga datang dari pihak pemerintah Amerika Serikat terkait status terkini dari jalur pelayaran strategis tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan segera dilakukan setelah Iran menandatangani nota kesepahaman formal.
"segera" kata Donald Trump, Presiden AS.
"dengan syarat beberapa area dibersihkan, termasuk dari ranjau." kata Donald Trump, Presiden AS.
Di sisi lain, perkembangan politik di internal Amerika Serikat turut memengaruhi tensi konflik ini.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS yang dipimpin oleh Partai Republik telah melakukan pemungutan suara untuk menghentikan keterlibatan militer AS dalam perang melawan Iran.
Langkah politik tersebut mencerminkan penyebaran kekhawatiran konflik di dalam tubuh partai presiden sendiri menjelang pelaksanaan pemilihan paruh waktu.
Pada perdagangan di pasar Singapura pukul 9 pagi, kontrak minyak Brent untuk pengiriman Agustus tercatat melemah sebesar 0,8% ke posisi US$97,03 per barel.
Pada saat yang sama, harga minyak mentah WTI untuk pengiriman Juli juga terkoreksi sebesar 0,6% menjadi US$95,41 per barel.