Hamdan Zoelva Tegaskan PPP Penting Tetap Eksis di Indonesia

Share

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva menilai eksistensi Partai Persatuan Pembangunan masih sangat diperlukan di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan Hamdan saat menghadiri Rakornas Bidang Hukum PPP di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Hamdan menyebut PPP sebagai wadah perjuangan Islam dan nasionalisme yang berakar dari sejarah panjang bangsa. Ia menekankan bahwa partai tersebut memikul warisan historis dari para tokoh agama sebelum era kemerdekaan.

"Saya merasa PPP ini penting harus tetap eksis, ya. Karena ini partai warisan para ulama, partai Islam yang memang pelanjut dari partai-partai Islam sejak zaman sebelum kemerdekaan. Dan ini ada pada PPP. Jadi, perjuangan Islamnya jelas, perjuangan nasionalismenya jelas," kata Hamdan Zoelva, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

Selain mengenai rekam jejak historis, Hamdan mengingatkan pentingnya penguatan internal organisasi setelah sengketa kepengurusan partai dinyatakan selesai secara formal. Menurutnya, pimpinan partai tidak boleh terbebani oleh isu-isu hukum yang ada.

"Ya saya kira ini secara formal kan sudah clear, ya. Sudah clear kepengurusan sekarang. Tinggal terus saja melakukan konsolidasi.

Adapun masalah-masalah hukum ya diatasi jangan jadi pikiran besar, cukup tim hukum saja. Jadi Ketua Umum terus melanjutkan saja konsolidasi ini karena ini pekerjaan yang paling besarnya itu menghadapi pemilu yang akan datang," ujar Hamdan Zoelva, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

Langkah krusial lain yang disoroti Hamdan adalah upaya merangkul kembali para kader atau simpatisan yang sebelumnya sempat menjauh dari struktur partai. Ia mengakui langkah ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi internal partai.

"Yang penting sekali adalah memang konsolidasi, kembali mengajak mereka yang dulunya mungkin agak menjauh dari PPP, kembali mendekat PPP. Ini pekerjaan berat, ya, pekerjaan berat," kata Hamdan Zoelva, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

Hamdan menambahkan bahwa partai masih memiliki tenggat waktu sekitar tiga tahun untuk membenahi seluruh fondasi internal sebelum kembali bersaing dalam kontestasi pemilu berikutnya.

"Fondasinya beres dulu, ya. Dan ini kerja berat tentunya, ini baru fondasi yang paling dasar. Setelah itunya aktivasi tentu, aktivasi gerakan yang harus dilakukan. Masih ada waktu 3 tahun, ya, 3 tahun lagi bagi PPP," kata Hamdan Zoelva, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author