Hakim AS Blokir Rencana Pemindahan Markas FBI ke Washington DC
Hakim Federal Amerika Serikat Theodore D. Chuang memblokir langkah pemerintahan Presiden Donald Trump yang membatalkan rencana era Biden untuk memindahkan markas besar FBI ke Maryland pada Senin, 17 Agustus 2026. Keputusan tersebut membatalkan rencana FBI dan General Services Administration (GSA) pada Juli 2025 yang mengalihkan lokasi markas ke Gedung Ronald Reagan di Washington, DC, serta membatalkan pemilihan lokasi di Greenbelt, Maryland, yang disetujui pada 2023. Gubernur Maryland Wes Moore menyambut baik keputusan pengadilan yang melarang pengalihan dana proyek tersebut.
"President Trump tried to take from Maryland what Maryland had already won. He failed," kata Wes Moore, Gubernur Maryland.
Ia menegaskan bahwa pembangunan gedung baru untuk lembaga penegak hukum tersebut harus segera direalisasikan di lokasi yang telah ditetapkan. "Now it is time to stop the games and get to work building the world-class FBI headquarters that our public servants deserve, where it belongs: in Prince George’s County, Maryland," kata Wes Moore, Gubernur Maryland.
GSA dan FBI sebelumnya mengalihkan dana Rp555 juta dolar AS, termasuk Rp323 juta dolar AS anggaran Kongres untuk Greenbelt, guna merenovasi Gedung Ronald Reagan. Hakim Chuang menilai tindakan pemerintahan Trump melampaui kewenangan hukum dan berpotensi merugikan perekonomian wilayah Prince George's County.
GSA menolak putusan pengadilan tersebut dan menilainya sebagai langkah politis. "GSA will not pursue an inferior approach in cost, speed, and value," kata Jurubicara GSA, General Services Administration. Pihak GSA menambahkan bahwa mereka akan terus berupaya menyediakan ruang kerja terbaik bagi lembaga mitra demi mendukung pelaksanaan tugas pelayanan publik.
"ensure its agency partners, including the FBI, have workspaces to best accomplish their missions on behalf of the American people," kata Jurubicara GSA, General Services Administration.
Kritik serupa disampaikan oleh pihak FBI yang menilai pengadilan telah melakukan intervensi yang tidak tepat. "The court has chosen to impermissibly intervene for political reasons," kata Jurubicara FBI, Federal Bureau of Investigation. FBI menegaskan akan tetap berfokus pada langkah-langkah efisiensi untuk memenuhi kebutuhan penegakan hukum nasional.
"This is not the first time courts have tried to undermine the administration in its goal to make government more cost-effective for American taxpayers," kata FBI, Federal Bureau of Investigation.
Pihak kejaksaan Maryland menilai putusan ini membuka kembali jalan bagi pembangunan fasilitas baru di wilayahnya. "This FBI is mission focused and will continue the best course of action to meet the needs of law enforcement," kata FBI, Federal Bureau of Investigation.
Gugatan hukum ini diajukan oleh negara bagian Maryland bersama Prince George's County setelah pemerintah pusat berniat membatalkan rencana pembangunan yang telah dipersiapkan selama lebih dari satu dekade. "Maryland and Prince George’s County committed more than a decade of work to earn the FBI headquarters and pledged hundreds of millions of dollars," kata Anthony Brown, Jaksa Agung Maryland.
Ia menyampaikan bahwa keputusan pengadilan mengembalikan penggunaan anggaran sesuai peruntukan awal yang ditetapkan Kongres. "By blocking the Trump Administration’s unlawful attempt to move the FBI to the Reagan Building and divert the funds Congress set aside for this project, the Court has cleared the path back to Greenbelt," kata Anthony Brown, Jaksa Agung Maryland. Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan penolakan terhadap pemindahan markas FBI ke Maryland dan menyebut proyek Greenbelt menghabiskan anggaran miliaran dolar AS.
"We’re going to stop it. Not going to let that happen," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Direktur FBI Kash Patel menuturkan bahwa penggunaan Gedung Ronald Reagan sejatinya merupakan opsi paling efisien dari segi anggaran dan sumber daya. "is the most cost effective and resource efficient way to carry out our mission to protect the American people and uphold the Constitution," kata Kash Patel, Direktur FBI. Gedung J. Edgar Hoover yang menjadi markas FBI saat ini telah digunakan sejak 1975 dan membutuhkan perbaikan menyeluruh akibat kerusakan fisik pada struktur bangunannya.