Gus Ulib Tegaskan Gus Irfan Tidak Pernah Minta Dicalonkan Ketum PBNU

Share

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, KH Zainul Ibad Wijaya As'ad atau Gus Ulib, mengklarifikasi spekulasi masuknya Menteri Haji RI KH Dr. Mochammad Irfan Yusuf dalam bursa calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar ke-35 NU pada Selasa (21/7/2026).

Gus Ulib menegaskan bahwa dukungan yang mengalir kepada figur yang akrab disapa Gus Irfan tersebut murni berasal dari inisiatif warga Nahdliyin, bukan hasil ambisi pribadi atau strategi politik yang dirancang oleh bersangkutan.

Ia menyampaikan bahwa Gus Irfan sama sekali tidak pernah mengajukan diri maupun menggalang dukungan untuk menduduki jabatan memimpin organisasi keagamaan tersebut.

"Perlu dipahami bersama bahwa Gus Irfan tidak pernah meminta untuk dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU. Dukungan yang muncul saat ini sepenuhnya merupakan aspirasi dari warga Nahdliyin yang berharap beliau bersedia mengemban amanah tersebut," ujar Gus Ulib.

Menurut penjelasannya, dorongan tersebut tumbuh secara alami dari para kiai, santri, alumni pesantren, hingga masyarakat Nahdliyin di berbagai daerah. Rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi Gus Irfan menjadi alasan utama menguatnya nama beliau di tingkat akar rumput.

"Yang ada sekarang ini adalah kemauan dan inisiatif para Nahdliyin. Mereka berharap Gus Irfan bersedia memimpin PBNU. Jadi ini murni permohonan dari warga NU, bukan permintaan dari beliau," tegas Gus Ulib.

Gus Ulib menilai tingginya kepercayaan warga NU mencerminkan harapan hadirnya sosok pemersatu yang berintegritas tinggi serta sanggup merangkul seluruh elemen Nahdliyin dalam menjawab tantangan zaman.

"Ini adalah ekspresi kepercayaan dari warga NU. Banyak yang menilai beliau memiliki kemampuan untuk membawa organisasi menjadi lebih baik dan mampu merangkul seluruh golongan," kata Gus Ulib.

Langkah meluruskan informasi ini diambil guna mencegah timbulnya kesalahpahaman atau persepsi publik yang menganggap kemunculan nama Menteri Haji RI tersebut sebagai upaya memburu posisi struktural.

"Kami ingin meluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Kemunculan nama Gus Irfan dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah bentuk harapan dari warga Nahdliyin, bukan karena beliau meminta atau mengupayakan posisi tersebut," jelas Gus Ulib.

Pelaksanaan Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27 hingga 31 Agustus 2026 mendatang.

"Yang terpenting adalah bagaimana Muktamar nanti menghasilkan kepemimpinan terbaik bagi NU dan mampu membawa kemanfaatan yang lebih besar bagi umat, bangsa, dan negara," pungkas Gus Ulib.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author