Gubernur Lemhannas RI Tutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional Angkatan 27
Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily resmi menutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan 27 di Ruang Dwiwarna Purwa, Lemhannas RI, pada Kamis, 4 Juni 2026. Penutupan program ini bertujuan untuk melahirkan jajaran pemimpin nasional yang memiliki integritas tinggi di tengah dinamika global.
Sebanyak 84 peserta P3N 27 dinyatakan lulus berdasarkan hasil sidang dewan penilai yang dipimpin oleh Gubernur Lemhannas RI pada Rabu, 3 Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Acara penutupan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat struktural Lemhannas RI, perwakilan kementerian, serta petinggi TNI dan Polri.
Dalam upacara tersebut, pihak Lemhannas RI memberikan dua penghargaan khusus kepada lulusan terbaik. Penghargaan Predikat Akademik Terbaik berhasil diraih oleh Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi dari Polri, sedangkan Predikat Kertas Kerja Perorangan (KKP) Terbaik diberikan kepada Laksma TNI Ignatius Bayu Trikuncoro dari TNI AL.
Gubernur Lemhannas RI memberikan lima pesan krusial kepada para alumni agar mampu tampil sebagai figur pemimpin yang adaptif, visioner, kolaboratif, memiliki kepekaan strategis, serta menjadi perekat persatuan bangsa. Penegasan mengenai nilai moral dan kebangsaan menjadi poin utama yang disampaikan dalam amanatnya.
"Pertama, para alumni P3N 27 harus menjadi pemimpin nasional yang memiliki integritas, karakter kebangsaan, dan keteguhan moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian," kata Ace saat memberikan sambutan Penutupan P3N 27 di Ruang Dwi warna Purwa, Lemhannas RI, pada Kamis (4/6/2026).
Situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu dinilai menuntut kesiapan para pemimpin untuk tidak sekadar unggul dalam bidang intelektual. Para alumni diharapkan responsif terhadap perkembangan ekonomi digital, disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, serta ancaman siber melalui pemikiran strategis dan solusi inovatif demi kemajuan NKRI.
"Seluruh dinamika dan tantangan tersebut menuntut hadirnya pemimpin nasional yang memiliki kapasitas strategis, berpikir jauh ke depan, mampu membaca perubahan global, dan memiliki keteguhan dalam menjaga kepentingan nasional," imbuh Ace.
Selain itu, pencegahan polarisasi dan konflik sosial demi menjaga stabilitas nasional menjadi tanggung jawab yang ditekankan kepada para alumni. Kerja sama lintas sektor dan penghapusan ego sektoral dipandang menjadi kunci utama dalam membangun kekuatan kolektif bangsa.
"Jejaring strategis antarlembaga, antarsektor, dan antargenerasi sangat penting dalam memperkuat kolaborasi nasional guna mendukung terwujudnya indonesia emas 2045," jelas Ace.
Apresiasi tinggi juga diberikan oleh pimpinan Lemhannas RI atas kedisiplinan dan kerja keras yang ditunjukkan seluruh peserta. Rangkaian pendidikan yang padat berhasil diselesaikan dengan baik sebagai cerminan kesiapan menjadi pemimpin masa depan.
"Saya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, serta ucapan selamat kepada seluruh peserta pendidikan pemantapan pimpinan nasional angkatan 27. Para peserta telah menunjukkan kerja keras, disiplin, dedikasi, serta semangat belajar yang tinggi, meskipun harus melalui rangkaian kegiatan yang padat dan penuh tantangan. Semangat inilah yang mencerminkan kesiapan saudara-saudara untuk menjadi pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan visioner," tutup Ace.
Sebelumnya, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI Marsda TNI Ir. Bob Henry Panggabean, M.I.P. menyampaikan laporan resmi terkait pelaksanaan program tersebut. Seluruh kegiatan pendidikan dilaporkan telah berjalan dengan baik dan lancar sampai hari penutupan.