Gubernur Kalsel Panggil PLN Respons Pemadaman Listrik Bergilir

Share

Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin memanggil manajemen PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah guna mengklarifikasi kebijakan pemadaman listrik bergilir yang mengganggu aktivitas warga pada beberapa waktu terakhir.

Langkah tegas ini diambil menyusul meluasnya dampak pemadaman yang mengganggu sektor UMKM, pelayanan publik, hingga memicu rentetan kasus kebakaran permukiman akibat korsleting listrik di sejumlah wilayah kabupaten dan kota.

"Kita telah memanggil dan mendapat penjelasan langsung dari GM PLN wilayah Kalsel-Kalteng, Pak Iwan, kemarin terkait kondisi pemadaman bergilir ini," kata Muhidin.

Pihak PLN menerangkan bahwa pemadaman terpaksa dilakukan karena adanya perbaikan mesin pembangkit pada PLTGU Bangkanai di Barito Utara, Kalimantan Tengah, yang menjadi pasokan utama sistem interkoneksi regional.

"Sejatinya kondisi pembangkit (PLTU) di Kalsel aman-aman saja. Namun karena sistemnya terkoneksi sehingga mengganggu pasokan listrik keseluruhan, sehingga dilakukan pemadaman bergilir," kata Muhidin.

Faktor alam berupa musim kemarau juga memperparah keadaan karena menyebabkan penurunan debit air di waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, yang mengancam operasional PLTA Ir PM Noor berkapasitas 30 megawatt.

"Kita harapkan beberapa hari ke depan pasokan listrik kembali normal dan masyarakat hendaknya bersabar," ujar Muhidin.

Di tingkat kota, Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR turut melakukan koordinasi intensif dengan PLN demi memastikan proses pemulihan sistem kelistrikan berjalan maksimal.

"Kami sudah menerima penjelasan dari PLN bahwa gangguan ini murni akibat persoalan teknis pada sistem pembangkit interkoneksi Kalimantan. Jadi masyarakat tidak perlu terpengaruh informasi yang belum tentu benar,” ujarnya.

Yamin menilai gangguan pasokan listrik tanpa pemberitahuan telah memukul perputaran roda ekonomi masyarakat, operasional administrasi pemerintahan, hingga kelangsungan dunia usaha.

“Kami berharap kondisi ini segera pulih sehingga aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dunia usaha, hingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal,” katanya.

Hingga proses perbaikan selesai, Pemerintah Kota Banjarmasin meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring informasi kelistrikan hanya dari kanal komunikasi resmi.

"Pemerintah Kota akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan koordinasi dengan PLN berjalan dengan baik. Semoga proses pemulihan dapat segera selesai sehingga seluruh masyarakat kembali menikmati layanan listrik secara normal," demikian katanya.

Imbas pemadaman ini dilaporkan Kompas.tv telah mengacaukan operasional usaha laundry di Jalan Flamboyan Banjarmasin akibat ketidaksesuaian jadwal pemadaman, serta menghambat pelayanan administrasi surat keterangan sekolah di Kantor Kelurahan Gambut, Kabupaten Banjar.

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Utara Sahrujani dalam rapat koordinasi Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan 2026 di Banjarbaru mengungkapkan kekhawatiran atas melonjaknya angka kebakaran rumah warga.

"Belum ada titik api atau kebakaran hutan dan lahan, namun hampir setiap hari terjadi kebakaran permukiman di wilayah kami, bahkan menelan korban jiwa. Salah satu penyebabnya adalah konsleting listrik," ungkap Sahrujani.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author