Gubernur Jawa Tengah Tegaskan Pembangunan Harus Sejahterakan Rakyat

Share

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh program dan pencapaian pembangunan di wilayahnya wajib bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat (14/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam merespons langsung berbagai aspirasi serta persoalan yang dihadapi warga. Sikap ini juga menjadi tindak lanjut atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

"Kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden. Intinya, kita harus bekerja keras untuk rakyat. Artinya, kita harus selalu mendengarkan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita," kata Luthfi dalam siaran pers, Sabtu (15/8/2026).

Dalam pidato kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo memaparkan sejumlah arah pembangunan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), infrastruktur jalan dan jembatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga pencapaian swasembada pada delapan komoditas pangan strategis.

"Itu semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Luthfi menilai berbagai program strategis nasional itu perlu ditindaklanjuti dengan langkah nyata di tingkat daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak sekadar diukur dari angka statistik, melainkan dari manfaat riil yang dirasakan langsung oleh warga, terlebih momentum ini bertepatan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Jawa Tengah mencatatkan penurunan menjadi 9,21 persen pada Maret 2026, membaik dibandingkan periode Maret 2025 yang berada di angka 9,48 persen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini memfokuskan perhatian pada 3,9 juta warga yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4.

Dari sektor ekonomi, pertumbuhan Jawa Tengah pada triwulan II-2026 tercatat sebesar 5,71 persen (year on year) atau 5,80 persen (c-to-c) secara kumulatif pada Semester I-2026, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja investasi juga tumbuh positif dengan realisasi sebesar Rp110 triliun pada 2025 yang menyerap 257 ribu tenaga kerja, serta mencapai Rp48,54 triliun pada Semester I-2026 dengan penyerapan lebih dari 200 ribu tenaga kerja.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author