Gubernur Jakarta dan Banten Tinjau Lahan Peternakan di Kabupaten Tangerang
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni meninjau lahan seluas 100 hektare di Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026) untuk pembangunan peternakan sapi dan fasilitas pendukung.
Peninjauan ini diikuti dengan konferensi pers oleh Pramono terkait proyek tersebut, yang didanai oleh Pemprov DKI dengan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk pengembangan wilayah peternakan di lokasi tersebut, dilansir dari Detikcom.
Namun, peninjauan tersebut mendapat protes dari warga sekitar, salah satunya Mahroni yang menyampaikan bahwa mobil-mobil berukuran besar yang lalu-lalang di lokasi menyebabkan debu dan retak pada rumah warga sekitar.
"Pak Gubernur Jakarta, Banten ini kan lagi ada pembangunan ternak sapi plus pembangunan air atau apa tuh yang di sini, Pak. Jadi Pak, kami mohon sebagai warga Desa Ciangir khususnya yang kelewatan mobil-mobil besar, tolong Bapak tinjau lokasi rumah-rumah warga saya dan tetangga saya," ujar Mahroni dengan tegas.
"Jadi rumah saya itu satu kena debu, kedua retak-retak. Jadi mohon sama tim Bapak ditinjau lah rumah warga yang retak dan yang kena debu itu, Pak. Mohon ditinjau ulang lah, Pak," tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Pramono berjanji akan mengecek kondisi rumah warga, khususnya rumah Mahroni, dengan melibatkan Bupati dan Wakil Bupati agar dapat melihat langsung kondisi di lapangan.
"Pak Mahroni, yang pertama saya jawab langsung ya. Saya minta kepada Dharma Jaya maupun dinas terkait untuk mengecek tempatnya Pak Mahroni. Nanti akan mohon maaf saya minta didampingi oleh Ibu Wakil Bupati supaya dilihat yang ada. Dan kalau ada tambahan dari Pak Gubernur, silakan," kata Pramono.
"Pak Mahroni, ngomongnya sambil senyum dong, ya," tambah Pramono dengan nada bercanda.
Mahroni menanggapi bahwa rumahnya retak karena dekat dengan jalan dan ia berani menyampaikan langsung keluhan tersebut karena merasa tidak berani menyampaikannya ke ketua RT.
"Nanti kalau retak-retak Bapak betulin, Bapak renovasi, saya senyum, Pak. Masalahnya rumah saya retak, Pak, dekat banget sama jalan. Makanya saya berani, mungkin (kalau disampaikan) sama Pak RT enggak berani, makanya saya langsung sampaikan ini, Pak," ucap Mahroni.
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan usaha baik dari Pemprov DKI yang ingin mengembangkan lahan tidur di Banten yang sudah dimiliki oleh pihak tertentu. Ia yakin pengembangan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Pak Mahroni insyaallah niat yang dibawa oleh Pemerintah Jakarta ini baik. Banyak lahan di Banten ini yang tidur yang enggak digunakan, sudah ada pemiliknya. Nah kebetulan Jakarta punya niat baik untuk mengembangkan usaha di bawah BUMD mereka, Dharma Jaya," ujar Andra Soni.
Andra menambahkan pihaknya akan meninjau rumah yang disebut retak dan berdebu oleh warga serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat sekitar.
"Dan saya meyakini, memastikan bahwa ini manfaat dampaknya pasti akan bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar. Nah kemudian terkait yang Bapak sampaikan tadi insyaallah tentu nanti akan bisa dijawab oleh Pak Gubernur dan saya terima kasih setelah Bapak sampaikan. Makasih," tuturnya.