Gubernur Jabar Usulkan Batas Gaji Orang Tua Penerima KIP Rp10 Juta

Share

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan penyesuaian batas maksimal penghasilan orang tua bagi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjadi Rp10 juta, saat memberikan kuliah umum di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Senin (10/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Pengusulan perubahan kriteria tersebut diajukan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ketentuan saat ini mensyaratkan gabungan gaji orang tua berada di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) domisili mahasiswa, yang di Jawa Barat bernilai di bawah Rp2,3 juta.

"Saya usul agar nanti ketentuannya dibawah Rp10 juta boleh dapat KIP" ungkap KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).

Langkah ini diambil guna merespons keluhan ribuan mahasiswa baru terkait tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT), termasuk yang dialami oleh anak dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu, bantuan langsung berupa biaya tempat tinggal selama dua tahun, pembebasan biaya kuliah lima semester, serta modal usaha Rp5 juta diberikan kepada mahasiswa penerima manfaat.

"Jangan hanya mengejar gelar akademik namun perbanyak pengalaman selama menjadi mahasiswa. Jadikanlah kesulitan itu sahabat agar Anda menjadi orang yang mampu, tidak mengalami masalah ketika berhadapan dengan kesulitan. Musuh jangan dijauhi, tapi jadikan temannya," ucap KDM.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa penyandang disabilitas netra penerima fasilitas kuliah gratis menyampaikan apresiasi sekaligus memohon peningkatan perhatian terhadap pendidikan kaum difabel.

Mahasiswa lain bernama Livy menyoroti kondisi infrastruktur jalan di kawasan Kampus Unpad Jatinangor. Pemprov Jawa Barat menyatakan kesiapan untuk turun tangan memperbaiki fasilitas tersebut setelah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum lantaran statusnya merupakan Jalan Nasional.

"Kalau diizinkan tahun depan kinclong. Tapi warga kampus juga harus ikut menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.

Sementara itu, mahasiswa kedokteran hewan bernama Keisya menyampaikan aspirasinya mengenai prospek dan tingkat peminat jurusannya yang kerap dipandang sebelah mata dibandingkan kedokteran umum.

Gubernur Jabar memberikan dorongan agar para mahasiswa tidak berkecil hati karena kebutuhan tenaga medis hewan di instansi pemerintah, BUMN, maupun swasta masih sangat luas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author