Gubernur DKI Belum Putuskan Kenaikan Tarif Parkir Jakarta

Share

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan belum memutuskan kenaikan tarif parkir di Jakarta meskipun ada usulan revisi yang saat ini sedang dibahas DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/8/2026) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dilansir dari Detikcom.

Menurut Pramono, keputusan menaikkan tarif parkir sepenuhnya menjadi kewenangan Gubernur. DPRD DKI memiliki Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran yang tengah membahas berbagai usulan terkait tarif parkir.

"Jadi sudah ada usulan untuk revisi mengenai tarif parkir. Secara jujur saya menyampaikan, sampai hari ini saya belum memutuskan," ujar Pramono.

Pramono menjelaskan bahwa tarif parkir di Jakarta sudah hampir 14 tahun tidak mengalami penyesuaian. Hal ini menjadi salah satu alasan pembahasan revisi tarif parkir.

"Dan memang di Jakarta ini sudah lebih hampir 14 tahun tarif parkir belum pernah naik atau disesuaikan. Tapi saya belum memutuskan sampai dengan hari ini," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, menyatakan ada usulan perubahan tarif parkir dengan sistem zonasi berdasarkan nilai ekonomi kawasan tertentu.

Jupiter menyebut beberapa kawasan seperti SCBD, Menteng, Senayan, dan wilayah Jakarta Selatan masuk dalam zona tarif lebih tinggi dengan ambang batas sampai Rp 60.000.

"Jadi nanti mau dibuat sistem zonasi. Misalnya daerah SCBD dianggap punya nilai ekonomi tinggi. Daerah Menteng, kemudian daerah seperti Bandung Indah, terus daerah misalnya di Jakarta Selatan, Senayan. Jadi tarif itu ambang batas tertingginya sampai Rp 60.000," ujar Jupiter.

Namun, Jupiter mengkritik usulan tarif tersebut karena dianggap terlalu memberatkan masyarakat. Dia menilai kenaikan tarif parkir bukan solusi tepat untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta.

"Jadi menurut saya terlalu memberatkan masyarakat. Memberatkan. Nggak masuk akal, ngawur itu," ujar Jupiter.

Jupiter menambahkan masih banyak sumber pendapatan lain yang bisa dioptimalkan tanpa membebani masyarakat.

"Maksudnya, untuk cara meningkatkan PAD itu bukan begitu caranya. Masih banyak dari yang saya sampaikan tadi. Sebenarnya masih banyak yang bisa kita lakukan," ucapnya.

"Yang lebih enak gitu. Jangan mencekik masyarakat dalam kondisi saat ini," tambah Jupiter.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author